Khawatir Wabah Ebola, Uganda Larang Masyarakat Saling Jabat Tangan
📅 Rabu, 20 Mei 2026, 15:40 WIB | Oleh: SujarMOSKOW -- Kementerian Kesehatan Uganda menetapkan larangan menjabat tangan dan praktik menyapa lain yang berpotensi menyebabkan penularan penyakit menyusul terkonfirmasinya dua kasus Ebola.
Menurut laporan Nile Post pada Selasa, Kemkes Uganda terus memonitor dinamika penyakit di negara tersebut serta mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah penularannya.
Saat ini, dua kasus Ebola telah terdeteksi di Uganda, dengan salah satu kasusnya berakhir fatal. Dua individu tersebut diketahui merupakan warga negara Republik Demokratik Kongo (DRC).
Pada Ahad (17/5), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC).
Menurut data terbaru dari otoritas DRC, 131 kematian akibat virus tersebut tercatat terjadi di negara tersebut. Sementara, wabah Ebola yang terjadi di Kongo sebelumnya berakhir pada Oktober 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penyakit Ebola kembali menjadi perhatian dunia setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau darurat kesehatan global. Status ini menunjukkan bahwa penyebaran Ebola memerlukan kewaspadaan internasional karena berpotensi menimbulkan dampak lintas negara.
Ebola dikenal sebagai penyakit infeksi virus yang berbahaya karena dapat menyebabkan gejala berat hingga kematian. Penularannya yang cepat melalui kontak langsung dengan cairan tubuh membuat penyakit ini perlu diwaspadai, terutama pada wilayah dengan kasus aktif.
Lalu, apa sebenarnya penyakit Ebola, apa saja gejalanya, bagaimana cara penularannya, dan apa langkah pencegahan yang dapat dilakukan?
Sebaiknya Anda baca juga:
Apa Itu Ebola?
Ebola atau Ebola Virus Disease (EVD) adalah penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh virus Ebola dari kelompok Filoviridae. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di Afrika Tengah, tepatnya di wilayah dekat Sungai Ebola yang kemudian menjadi asal nama penyakit tersebut.
Virus Ebola dapat menyerang manusia maupun primata seperti monyet dan simpanse. Tingkat kematian akibat penyakit ini tergolong tinggi, terutama jika tidak mendapatkan penanganan medis dengan cepat.
Ebola sering kali menimbulkan wabah karena penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita yang terinfeksi.
Penyebab Ebola
Penyebab utama Ebola adalah infeksi virus Ebola. Hingga saat ini, kelelawar buah diduga menjadi reservoir alami virus tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!