Angka Kelahiran Singapura Menurun, Krisis Populasi Intai Negara Kecil
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 18:41 WIB | Oleh: Deri HenriawanSINGAPURA - Singapura mencatat 29.864 kelahiran hidup pada 2025, turun 11,4 persen dibandingkan 2024, sementara jumlah kematian yang tercatat naik tipis 0,2 persen menjadi 26.499, demikian disampaikan Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan Singapura pada Selasa (28/7).
Menurut Laporan Pendaftaran Kelahiran dan Kematian 2025, bayi etnis Tionghoa mencatat proporsi terbesar dari total kelahiran hidup dengan 56,6 persen, diikuti etnis Melayu sebesar 22,5 persen, etnis India sebesar 11,5 persen, dan kelompok etnis lainnya sebesar 9,4 persen.
Etnis Melayu terus mencatat tingkat kelahiran tertinggi dengan 11,8 kelahiran per 1.000 penduduk, diikuti oleh etnis India dengan 7,3 per 1.000. Etnis Tionghoa mencatat tingkat kelahiran terendah dengan 5,3 per 1.000 penduduk.
Sementara itu, kanker merupakan penyebab utama kematian pada 2025, sedangkan penyakit jantung dan hipertensi berada di urutan kedua. Jika digabungkan, keduanya menyumbang 52,1 persen dari seluruh kasus kematian yang tercatat.
Penyakit paru-paru dan sistem pernapasan menyumbang 24,7 persen dari total kematian, diikuti oleh penyakit serebrovaskular dengan 5,6 persen.
Kematian akibat penyebab tidak alami, termasuk kecelakaan, bunuh diri dan faktor eksternal lainnya, menyumbang 2 persen dari seluruh kematian yang tercatat, menurut laporan itu. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!