IHSG Hari Ini Melemah Usai Pidato Presiden, Saham Basic Materials Jadi Beban
📅 Rabu, 20 Mei 2026, 17:26 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pidato Presiden terkait kerangka makro ekonomi di DPR menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menunggu sinyal yang lebih konkret terkait arah kebijakan fiskal, reformasi struktural, maupun strategi menjaga stabilitas ekonomi ke depan.
Pasar cenderung tidak cukup responsif terhadap narasi makro yang bersifat umum apabila belum diikuti langkah teknis yang dinilai mampu menopang pertumbuhan dan menjaga kepercayaan investor.
Tekanan terbesar datang dari saham sektor basic materials yang sensitif terhadap prospek permintaan industri, harga komoditas global, serta pergerakan nilai tukar.
Kondisi ini mengindikasikan investor lebih memilih melakukan aksi hati-hati di tengah ketidakpastian eksternal dan meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/5) sore, ditutup melemah 52,18 poin atau 0,82 persen ke posisi 6.318,50 dipimpin oleh saham-saham sektor basic materials (barang baku).
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,14 poin atau 0,65 persen ke posisi 630,68.
“IHSG ditutup melemah pada perdagangan Rabu, setelah bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari dalam negeri, Ratna mengatakan para pelaku merespon pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR, yang menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN tahun anggaran 2027.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Presiden juga mengumumkan rencana pemerintah yang akan mewajibkan ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) dan akan dilakukan melalui perusahaan BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai pengekspor tunggal.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menginstruksikan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menurunkan suku bunga kredit bagi masyarakat kecil.
Di sisi lain, BI menaikkan BI Rate sebesar 50 bps ke level 5,25 persen dalam pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026, atau di atas ekspektasi konsensus yang sebesar 5 persen. Kenaikan BI-Rate mendorong penguatan Rupiah sebesar 0,29 persen ke level Rp 17,654 per dolar AS.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 4,60 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor energi yang turun masing-masing sebesar 4,34 persen dan 2,63 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu LCKM, SURE, APIC, INTD dan MORA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni RELI, TPIA, WBSA, ASPR dan SMMT.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!