Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga BBM Subsidi Aman? Bahlil Sebut Pertalite dan Biosolar Tak Naik Sampai Akhir 2026

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga BBM Subsidi Aman? Bahlil Sebut Pertalite dan Biosolar Tak Naik Sampai Akhir 2026 Doc: Antara
Ket. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5).

Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, meskipun harga minyak mentah Indonesia meningkat dan nilai tukar rupiah melemah.

“Tidak akan naik. Insyaallah, ya, doanya, tidak akan kita naikkan harga BBM subsidi,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5).

Bahlil menjelaskan, rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sejak Januari 2026 masih berada di kisaran 80–81 dolar AS per barel. Angka tersebut dinilai masih aman dan belum menyentuh batas 100 dolar AS per barel.

“Rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar 80–81 dolar AS dari bulan Januari sampai sekarang. Jadi, belum sampai 100 dolar AS,” katanya.

Ia pun optimistis harga BBM bersubsidi tetap stabil hingga akhir 2026.

“Insyaallah sampai akhir tahun,” ujar Bahlil.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menetapkan rata-rata ICP April 2026 sebesar 117,31 dolar AS per barel. Angka itu naik 15,05 dolar AS dibandingkan Maret 2026 yang tercatat 102,26 dolar AS per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan kenaikan harga minyak dunia dipicu eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak global, terutama di kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz.

Selain faktor geopolitik, pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada triwulan I 2026 yang mencapai 5 persen secara tahunan turut mendorong sentimen positif terhadap permintaan minyak dunia.

Meski demikian, Laode menyebut masih ada sejumlah faktor yang berpotensi menahan kenaikan harga minyak, di antaranya proyeksi penurunan permintaan minyak global pada triwulan II 2026 sebesar 5 juta barel per hari secara tahunan, serta peluang terbukanya kembali jalur diplomasi damai antara Iran dan Amerika Serikat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pasar Tani Roadshow 2026 Du...
Daerah
Uji Emisi Gratis Dukung Pen...
Nasional
KPK Tampilkan Barang Bukti ...
Megapolitan
Upaya Pengendalian Banjir M...

Aktivitas Pengosongan Hotel Sultan

2 jam lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Aktivitas Pengosongan Hotel...
Luar Negeri
Korut akan Persenjatai AL d...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.