Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Tembus Rp17.700, Pengamat Sebut Intervensi BI Saja Gak Bakal Cukup Jinakkan Dolar

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 19:50 WIB | Oleh:
Rupiah Tembus Rp17.700, Pengamat Sebut Intervensi BI Saja Gak Bakal Cukup Jinakkan Dolar Doc: ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas
Ket. Kepala Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman.

JAKARTA - Upaya penyelamatan nilai tukar rupiah agar kembali menguat ke kisaran Rp16.000 per dolar AS dinilai tidak akan cukup jika hanya mengandalkan intervensi moneter dari Bank Indonesia. 

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman memandang penguatan nilai tukar (kurs) rupiah agar kembali ke level kisaran Rp16.000 per dolar AS tidak cukup apabila hanya mengandalkan intervensi bank sentral.

Menurutnya, upaya ini juga memerlukan dukungan penguatan fiskal, arus modal asing, ekspor, dan kepercayaan pasar terhadap ekonomi domestik.

Rizal, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa, menilai rupiah masih berpeluang menguat apabila tekanan global mereda dan permintaan valas menurun. Namun untuk kembali stabil di level Rp16 ribuan dibutuhkan dukungan yang lebih luas.

“Terkait proyeksi rupiah kembali ke Rp16.200-16.800 rata-rata tahunan, secara matematis masih mungkin, tetapi sangat berat mengingat posisi saat ini sudah di atas Rp17.600,” kata Rizal.

Dihubungi secara terpisah, Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto memandang nilai tukar rupiah masih berpeluang menguat apabila konversi devisa hasil ekspor dimaksimalkan sehingga eksportir tidak menahan valas di tengah pelemahan rupiah.

Ia juga mencatat tekanan terhadap rupiah saat ini bukan berasal dari sektor riil maupun aktivitas ekspor-impor. Pelemahan rupiah lebih dipengaruhi arus keluar modal asing jangka pendek (hot money outflow) di pasar keuangan serta faktor musiman seperti transfer dividen dan kebutuhan valas untuk ibadah haji.

Myrdal juga menyoroti surplus neraca perdagangan yang justru melebar di tengah pelemahan rupiah. Penguatan dolar AS membuat importir menahan ekspansi sehingga impor menurun dan selisih ekspor-impor semakin besar.

Di sisi lain, ia menilai peluang penambahan devisa masih terbuka, terutama dari ekspor berbasis komoditas, manufaktur, hilirisasi, hingga sektor pariwisata.

Selain itu, Myrdal memandang langkah intervensi moneter agresif dari Bank Indonesia (BI) perlu diperkuat mengingat cadangan devisa Indonesia masih memadai untuk menjaga stabilitas rupiah.

Ia menambahkan, rupiah berpotensi kembali ke bawah Rp17.000 per dolar AS apabila investor asing kembali masuk ke pasar domestik seiring membaiknya kondisi global dan meningkatnya minat risiko (risk appetite) terhadap emerging market seperti Indonesia.

Menurutnya, penurunan harga minyak dunia dan meredanya tensi geopolitik juga dapat mendorong arus modal masuk sehingga menopang penguatan rupiah.

“Kenapa penting BI memperkuat rupiah, karena itu akan mendorong confidence di pasar keuangan kita. Kalau ekonomi kita terbukti solid, investor juga pasti akan kembali ke sini, walaupun hanya short term, karena kondisi globalnya sekarang kan kurang kondusif,” kata Myrdal.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI pada Senin (18/5), Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan keyakinannya bahwa nilai tukar rupiah akan menguat mulai Juli 2026 seiring dengan meredanya tren permintaan valas musiman, yang meningkat pada periode April hingga Juni 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

10 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

20 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

25 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.