Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nilai Fantastis! Segini Potensi Ekonomi Ekosistem Kicau

📅 Minggu, 03 Mei 2026, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nilai Fantastis! Segini Potensi Ekonomi Ekosistem Kicau Doc: ANTARA FOTO/ Rahmad.
Ket. Sejumlah peserta menyiapkan burung yang akan dilombakan pada kontes burung berkicau di lapangan kompi eks 114 Lhokseumawe, Aceh.

JAKARTA – Ekosistem burung kicau di Indonesia memiliki nilai ekonomi yang besar karena membentuk rantai usaha yang luas, mulai dari penangkaran, pakan, perlengkapan, hingga kontes dan komunitas hobi.

Perputaran uang tidak hanya terjadi di level penghobi, tetapi juga menghidupi pelaku UMKM di berbagai sektor pendukung.

Namun, potensi ini perlu diimbangi dengan tata kelola yang berkelanjutan, terutama terkait konservasi dan penangkaran legal, agar aktivitas ekonomi tidak berdampak pada penurunan populasi di alam liar.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa ekosistem burung kicau di Indonesia memiliki nilai ekonomi yang besar, dengan angka mencapai Rp1,7 triliun hingga Rp2 triliun.

Dirinya dalam Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM di Jakarta, Minggu, menyampaikan potensi ini dinilai akan terus meningkat seiring dengan semakin maraknya penyelenggaraan lomba burung berkicau di berbagai daerah.

“Kalau lomba burung berkicau semakin banyak, maka dampaknya juga semakin besar. Kalau kita lihat nilai ekonomi dibalik kicau burung itu sekitar Rp1,7 sampai Rp2 triliun. Ekspor kita burung hias itu tahun lalu sekitar Rp12,5 miliar,” ucapnya.

Budi menjelaskan, geliat lomba burung berkicau tidak hanya berdampak pada hobi semata, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor usaha yang terhubung langsung dalam rantai ekosistem tersebut, mulai dari peternak burung, pelaku breeding, hingga industri pendukung seperti pakan dan perlengkapan.

“Karena ini burung ternak, jadi peternaknya semakin banyak, breeding semakin banyak, kemudian pembuat sangkar burung semakin banyak, pabrik pakan semakin banyak, peternak jangkrik juga banyak, karena jangkrik salah satu makanan burung, kemudian juga tentu penjual, penjualnya akan semakin banyak,” katanya.

Lebih lanjut, Mendag menegaskan bahwa pengembangan ekosistem kicau burung juga sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan. Ia menekankan bahwa burung yang dilombakan merupakan hasil ternak, bukan tangkapan dari alam liar, sehingga tidak mengancam populasi burung di habitat aslinya.

“Ingin memperkenalkan kepada kita semua, bagaimana kita mencintai lingkungan, bagaimana kita melestarikan burung-burung kicau, dan kita sama sekali yang dilombakan bukan burung liar, jadi burung ternak,” katanya lagi.

Pemerintah kata dia, berkomitmen untuk terus mendorong penyelenggaraan lomba burung berkicau yang lebih baik dan ramai di masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.