Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Cabai Rawit Petani Temanggung Naik Jadi Rp65.000 Per Kg

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 06:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Cabai Rawit Petani Temanggung Naik Jadi Rp65.000 Per Kg Doc: ANTARA
Ket. Seorang petani sedang memanen hasil pertanian cabai di Temanggung, Senin (18/5/2026)

TEMANGGUNG – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, melaporkan harga cabai rawit petani di daerah itu naik dari Rp50.000 menjadi Rp65.000 per kilogram.

Kepala bidang Hortikultura dan Perkebunan dari Dinas Ketahanan Pangan DKPPP Kabupaten Temanggung Sumarno di Temanggung, Senin (18/5) menyampaikan harga cabai rawit mengalami kenaikan akibat hasil panen menurun dampak cuaca hujan sementara permintaan pasar tetap tinggi.

Ia memastikan meskipun terjadi penurunan produksi namun untuk ketersediaan masih mencukupi. Sebab pada tahun 2026 ini luas tanam cabai rawit, keriting, maupun besar mencapai 12 ribu hektare lebih.

"Berdasarkan data per April 2026 ini untuk produksi cabai rawit sebanyak 486.186 kuintal, kemudian cabai keriting sebanyak 209.430 kuintal, sementara untuk cabai jenis teropong atau cabai besar itu sebanyak 32.775 kuintal," katanya.

Ia mengimbau para petani lebih intensif dalam merawat tanaman guna meningkatkan produktivitas tanaman.

Upaya perawatan tersebut meliputi pemupukan yang tepat, pengendalian hama, serta pemanfaatan pola tanam yang sesuai dengan kondisi cuaca agar hasil pertanian tetap optimal, sehingga pasokan di pasaran tetap terjaga.

"Untuk ketersediaan cabai masih bisa mencukupi, utamanya untuk cabai rawit, karena pertamanan udah mulai panen. Pertamanan yang dilakukan akhir tahun kemarin juga sudah mulai panen, baik cabai rawit, keriting maupun cabai besar," katanya.

Seorang petani di Desa Menggoro Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung, Rohim mengatakan harga cabai rawit ini fluktuatif. Sebelumnya harga cabai di kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram, kemudian menjadi Rp50.000 kini menjadi Rp65.000 per kilogram.

"Sekarang harganya Rp65.000 per kilogram, dua bulan kemarin malah tembus Rp73.000 per kilogram. Dengan harga saat ini para petani sangat diuntungkan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Daerah
Polda Jatim Dalami Motif Pe...
Nasional
Duka Gempa NTT Sampai ke Am...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.