Program Magang Nasional 2026: Kemnaker Targetkan Diikuti 150.000 Peserta
📅 Senin, 18 Mei 2026, 18:23 WIB | Oleh: OpikSUMEDANG, JAWA BARAT - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan sebanyak 150 ribu peserta mengikuti program Magang Nasional tahun 2026 gelombang empat sebagai upaya memperluas akses kompetensi dan pengalaman kerja bagi lulusan baru.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kustandi di Sumedang, Senin (18/5), menjelaskan bahwa program tersebut saat ini masih dalam tahap pengajuan dan pembahasan anggaran di Sekretariat Negara sebelum dapat direalisasikan.
“Untuk tahun ini kami sudah mengajukan ke Presiden dan sedang proses di Setneg untuk pembiayaan. Target 150 ribu peserta dan semoga bisa berjalan, paling tidak di Juli sudah mulai proses,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa program ini menjadi bagian dari ekosistem pengembangan kompetensi tenaga kerja yang juga mencakup Skill Hub dan Career Hub, yang dapat diakses oleh mahasiswa maupun alumni perguruan tinggi.
Melalui ekosistem tersebut, dia menyebut peserta tidak hanya difasilitasi pelatihan, tetapi juga akses informasi kerja dan peluang magang di berbagai sektor.
Program Magang Nasional ini dirancang untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua, dengan melibatkan berbagai instansi dan dunia usaha.
Ia menyebutkan, bidang magang yang dibuka bersifat lintas sektor, mulai dari pemerintahan, kementerian, lembaga negara, hingga perusahaan swasta.
“Bidangnya semua bidang. Jadi pemerintahan juga kita akan buka, kementerian, negara, lembaga, kemudian perusahaan juga,” jelasnya.
Menurut dia, program magang sebelumnya mendapat respons positif dari dunia usaha maupun instansi pemerintah karena membantu pemenuhan kebutuhan tenaga kerja sekaligus meningkatkan kompetensi peserta.
“Antusias luar biasa. Dari perusahaan mereka merasa terbantu sekali, dari kementerian juga terbantu karena tertutupi kebutuhan kerjanya, dan peserta mendapatkan keahlian serta sertifikat kompetensi,” ujarnya.
Terkait mekanisme seleksi, peserta nantinya akan mengikuti sistem pendaftaran berbasis kebutuhan instansi atau perusahaan, termasuk penentuan kuota, bidang, serta lokasi penempatan.
“Penyaringan tetap seperti sebelumnya. Perusahaan membuka lowongan, kementerian membuka kebutuhan, lalu peserta mendaftar sesuai pilihan yang tersedia,” tambahnya.
Program ini diharapkan dapat memperkuat koneksi antara dunia pendidikan dan dunia industri, sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi kebutuhan pasar kerja nasional. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!