Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pramono Soroti Pentingnya Puskesmas Pembantu untuk Warga di RW Kumuh

📅 Senin, 18 Mei 2026, 16:20 WIB | Oleh:
Pramono Soroti Pentingnya Puskesmas Pembantu untuk Warga di RW Kumuh Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Barat, Senin (18/5).

JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyoroti pentingnya puskesmas pembantu untuk mengatasi persoalan kesehatan yang ada di RW kumuh di ibu kota.

“Puskesmas-puskesmas pembantu seperti inilah yang juga nanti akan berperan serta untuk lebih menurunkan lagi persoalan yang ada di RW kumuh di Jakarta, karena saya ingin Jakarta semakin baik, semakin bersih,” ungkap Pramono saat dijumpai di Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II, Senin.

Seperti diketahui, terdapat 11 kriteria untuk menentukan status kumuh pada tingkat RT yang kemudian diagregasi di tingkat RW, di antaranya kepadatan penduduk, kepadatan bangunan, konstruksi bangunan tempat tinggal, kondisi ventilasi dan pencahayaan bangunan tempat tinggal, serta tempat buang air besar.

Kriteria lainnya, yaitu cara membuang sampah, frekuensi pengangkutan sampah, keadaan saluran air, keadaan jalan lingkungan, penerangan jalan umum, dan tata letak bangunan.

Dengan demikian, kehadiran puskesmas pembantu dinilai dapat membantu masalah kesehatan yang kerap dialami oleh warga yang tinggal di RW kumuh.

Sebelumnya, Pramono sempat mengungkapkan adanya penurunan jumlah Rukun Warga (RW) yang masuk dalam kategori kumuh di Jakarta.

Berdasarkan hasil pendataan terbaru yang berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di Jakarta saat ini menurun menjadi 211 dari 445 RW pada 2017.

Pramono pun menginstruksikan jajarannya agar lebih mendalami hasil pendataan tersebut guna memperbaiki kehidupan masyarakat Jakarta.

"Walaupun nanti ada 1.900 yang sebelumnya dianggap sudah tidak kumuh, tetapi saya juga setuju untuk lebih diperdalam. Jadi, ada penurunan RW kumuh dari 445 di tahun 2017 menjadi 211 di tahun ini. Penurunannya kurang lebih 52,58 persen," ujar Pramono. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.