Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantu BPOM, Warga Bisa Lapor Kosmetik Berbahaya

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 15:48 WIB | Oleh:
Bantu BPOM, Warga Bisa Lapor Kosmetik Berbahaya Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Ketua Tim Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM di Jakarta Evi Citraprianti dalam siniar terkait kosmetik di Jakarta, Rabu (11/3).

JAKARTA -- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta mengingatkan masyarakat dapat melaporkan dugaan kosmetik mengandung bahan berbahaya, namun bukan mempublikasikannya, termasuk di media sosial.

"Tetap dikembalikan kepada otoritas, yaitu kami sebagai lembaga yang diberikan mandat di dalam pengawasan obat dan makanan, termasuk mempublikasikan hasil pengawasan," kata Ketua Tim Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM di Jakarta Evi Citraprianti dalam siniar di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan Badan POM secara rutin dan berkala mempublikasikan hasil pengawasan kosmetik, salah satunya melalui media sosial resmi mereka.

Lebih lanjut, dia menyebutkan Badan POM telah menerbitkan Peraturan Nomor 16 Tahun 2025 tentang pengawasan sediaan farmasi dan pangan olahan melalui peran serta masyarakat.

Melalui aturan tersebut, masyarakat diajak ikut serta mengawal keamanan obat dan makanan. Nantinya, informasi dari masyarakat itu menjadi atensi Badan POM dalam melakukan verifikasi.

"Peran masyarakat juga dalam penyebaran informasi atau repost (di media sosial)," ujar Evi. 

Kosmetika merupakan bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membran mukosa mulut.

Fungsi kosmetika, terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi, atau memelihara tubuh pada kondisi baik.

Berdasarkan definisi tersebut, maka kosmetika tidak bertujuan untuk mengobati dan bukan merupakan suatu obat.

"Kalau klaim dapat mengobati jerawat, kembali lagi, kosmetik bukan obat, namun sediaan luar tubuh dengan tujuan selain obat. Ketika mengklaim dapat mengobati jerawat, itu ada indikasi (ada bahan berbahaya atau overclaim)," terang Evi.

Sementara itu, berdasarkan hasil pengawasan terhadap peredaran kosmetik pada periode Oktober-Desember (Triwulan IV) 2025, Badan POM menemukan 26 produk kosmetik yang terbukti mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang, yang berisiko membahayakan kesehatan masyarakat.

Dari total temuan tersebut, sebanyak 15 produk di antaranya merupakan kosmetik tanpa izin edar (TIE), 10 produk diproduksi melalui kontrak produksi, dan 1 produk merupakan kosmetik impor.

Seluruh temuan tersebut mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang dalam kosmetik, yaitu asam retinoat, mometason furoat, hidrokinon, deksametason, merkuri, dan klindamisin. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.