Merpati Pos, Sistem Komunikasi Andalan Peradaban Kuno
📅 Senin, 18 Mei 2026, 07:21 WIB | Oleh: Haryo BronoSalah satu referensi sejarah paling sering dikutip berasal dari catatan mengenai pigeon post atau sistem surat merpati. Dalam catatan sejarah komunikasi kuno disebutkan bahwa metode ini “kemungkinan sudah digunakan sejak masa Persia kuno”, bahkan diyakini bangsa Persia menjadi pelopor seni melatih merpati pembawa pesan.
Sistem Pos Terorganisasi
Sejumlah kajian sejarah menyebut bangsa Persia tidak hanya memelihara merpati, tetapi juga mengembangkan sistem komunikasi yang terorganisasi untuk menyampaikan informasi militer dan administrasi kerajaan.
Situs sejarah Pigeons in Ancient Civilizations menjelaskan: “The Persians established one of the earliest organised pigeon post systems, utilising it to transmit military intelligence and uphold administrative authority across extensive regions.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Artinya, Persia kuno diyakini telah menggunakan jaringan merpati untuk mengirim informasi militer, menyampaikan pesan pemerintahan, serta menjaga koordinasi wilayah kekaisaran yang sangat luas.
Hal ini masuk akal secara historis karena Kekaisaran Persia merupakan salah satu kekaisaran terbesar dunia kuno. Pada masa Cyrus the Great hingga Darius I, wilayah Persia membentang dari Asia Tengah hingga Mesir.
Wilayah sebesar itu membutuhkan sistem komunikasi cepat untuk pengiriman perintah kerajaan, laporan militer, pengawasan provinsi, dan distribusi informasi perdagangan. Selain jaringan jalan terkenal seperti Royal Road, para sejarawan meyakini merpati turut menjadi pelengkap sistem komunikasi cepat Persia.
Bukti fisik paling nyata berasal dari keberadaan ribuan dovecote atau menara merpati kuno di wilayah Iran, pewaris utama Persia kuno. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!