Kisah Jumariah Buruh Tani Asal Maros Viral, Jadi Ikon Global Haji 2026
📅 Senin, 18 Mei 2026, 06:51 WIB | Oleh: Yebdi Trismar"Kalau saya dapat uang Rp100 ribu, saya simpan Rp50 ribu," ceritanya dengan mata berbinar.
Uang lembaran demi lembaran, receh demi receh itu, ia masukkan ke dalam sebuah ember pudar di rumah kayunya di tengah sawah. Ember itu menjadi saksi bisu dari niat kuat seorang hamba yang merindukan Tuhannya.
Lebih dari 20 tahun ia menabung dalam diam. Tidak ada yang tahu betapa besar perjuangannya menyisihkan uang dari perut yang mungkin masih setengah lapar, demi mengumpulkan Rp25 juta untuk biaya pendaftaran awal.
Pada 2011, impian itu akhirnya tercatat di atas kertas. Lima belas tahun ia menunggu sejak pendaftaran itu, menyambung harap dari musim panen ke musim panen berikutnya, hingga akhirnya tahun 2026 ini, semesta mendukung untuk memberangkatkannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Makkah Route
Keberangkatan Jumariah adalah sebuah lompatan sejarah dalam hidupnya. Sebelum ini, perjalanan terjauh yang pernah ia tempuh hanyalah ke Kendari untuk menjenguk sepupunya.
Menaiki "burung besi" menuju Tanah Suci adalah pengalaman yang tak pernah terlintas dalam benaknya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pertama, saya agak ragu. Takut. Tapi lama-lama, ya sudah baik. Makanan di pesawat juga cocok," kisahnya sambil terkekeh pelan. Kepolosan Jumariah menyentuh hati siapa saja yang mendengarnya.
Perjalanan yang berpotensi melelahkan bagi seorang lansia sepertinya berhasil dilalui dengan senyum berkat layanan yang luar biasa dari pemerintah.
Melalui fasilitas Makkah Route, sebuah inisiatif brilian hasil kerja sama pemerintah Indonesia dan Kementerian Haji (Kemenhaj) Arab Saudi, perjalanan Jumariah menjadi jauh lebih mudah.
Layanan fast track tersebut memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi dilakukan di bandara embarkasi di Indonesia.
Ketika Jumariah mendarat di Tanah Suci, ia tidak perlu lagi antre berjam-jam. Ia bisa langsung masuk ke bus dan diantar ke hotel.
Inovasi layanan haji yang sangat ramah lansia itu benar-benar memberikan dampak positif yang nyata, menjaga fisik dan mental jemaah berusia senja agar tetap prima saat tiba.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!