Kisah Jumariah Buruh Tani Asal Maros Viral, Jadi Ikon Global Haji 2026
📅 Senin, 18 Mei 2026, 06:51 WIB | Oleh: Yebdi TrismarSesampainya di Madinah, ketangguhan fisik Jumariah membuat para pembimbing ibadah dan rekan seregunya takjub.
Jarak ratusan meter dari hotel menuju Masjid Nabawi ia tempuh tanpa keluhan. Bahkan ketika jamaah lain mulai kelelahan, Jumariah tetap teguh melangkah.
Puncak emosional perjalanan itu terjadi saat ia tiba di Makkah. Ketika matanya yang mulai rabun untuk pertama kali menangkap kemegahan Ka'bah, tangisnya pecah. Tubuh rentanya bergetar.
“Kenapa saya bisa di sini? Saya orang miskin...” lirihnya dengan suara bergetar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski kerinduannya untuk mencium Hajar Aswad begitu besar, para petugas dan pendamping dengan penuh welas asih memberi pengertian. Keselamatan dan kesehatan Jumariah menjadi prioritas utama.
Mengingat usianya serta padatnya jamaah, keinginan itu disepakati untuk ditunda, setidaknya hingga rangkaian wukuf di Arafah selesai ditunaikan.
Pelayanan dan pendampingan dari Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan Jumariah tidak hanya dapat beribadah dengan khusyuk, tetapi juga terlindungi dari risiko fisik yang membahayakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kini, Jumariah bersiap menyambut puncak ibadah haji. Fisik dan mentalnya tampak teguh. Tak ada rasa takut di wajahnya karena ia dikelilingi teman-teman serta para petugas yang memperlakukannya layaknya ibu sendiri.
Dari seorang perempuan renta yang sehari-harinya menyapu dedaunan di tengah sawah Kabupaten Maros, Jumariah kini menjelma menjadi simbol keteguhan hati di musim haji 2026.
Kisahnya menabung selama puluhan tahun di dalam ember plastik mengajarkan bahwa ketika niat telah tertanam kuat di dada, kemiskinan maupun kesunyian tak mampu menghalangi panggilan-Nya. Di bawah langit Makkah, doa-doa Jumariah mengangkasa.
“Saya berdoa, mudah-mudahan bisa kembali lagi...” ucapnya lirih. Sebuah doa sederhana dari jiwa yang kaya, meski hidupnya bersahaja.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!