Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kisah Jumariah Buruh Tani Asal Maros Viral, Jadi Ikon Global Haji 2026

📅 Senin, 18 Mei 2026, 06:51 WIB | Oleh:
Kisah Jumariah Buruh Tani Asal Maros Viral, Jadi Ikon Global Haji 2026 Doc: Antara Foto
Ket. Jumariah, calon haji asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang kisahnya viral dan menyita perhatian dunia sebagai ikon global haji 2026.

Di bawah langit cerah Makkah pagi itu, lautan manusia berpakaian ihram bergerak bagai gelombang yang tak pernah putus.

Di antara jutaan umat dari berbagai penjuru dunia, terselip senyum tulus dari wajah renta yang dipenuhi guratan kehidupan.

Ia adalah Jumariah, seorang buruh tani berusia 70 tahun asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang kisahnya baru-baru ini viral dan menyita perhatian dunia sebagai ikon global haji 2026.

Siapa sangka, perempuan renta yang langkahnya kini menapaki marmer dingin Masjidil Haram tersebut, menghabiskan puluhan tahun hidupnya dalam kesunyian yang syahdu di sepetak rumah sederhana di tengah hamparan sawah.

Jauh sebelum gemerlap kilat kamera ponsel menyorotinya, kehidupan nenek Jumariah berjalan dalam ritme yang sangat sederhana dan sunyi.

Selama lebih dari 20 tahun, ia hidup sebatang kara di sebuah rumah kecil yang dikelilingi oleh persawahan.

Anak-anaknya memang ada, tapi kehidupan membawanya pada takdir untuk meniti hari-hari di masa tuanya dalam kesendirian yang mandiri.

Setiap hari, sebelum fajar benar-benar menyingsing, Jumariah sudah terbangun. Tidak ada asisten rumah tangga atau perabotan mewah.

Ia memulai harinya dengan memberi makan ayam-ayam peliharaannya, menyapu pekarangan, lalu berjalan mengambil air untuk mencuci pakaian.

Setelah mandi dan menyantap sarapan alakadarnya, ia tidak lantas beristirahat. Langkah rentanya akan menyusuri pematang menuju kebun yang tak jauh dari rumahnya, lalu berlanjut ke sawah milik orang lain, tempatnya mengabdi sebagai buruh tani.

Tangannya yang kasar adalah saksi bisu dari kerasnya kehidupan, membersihkan rumput liar dan merawat tanaman dengan penuh ketelatenan hingga matahari terbenam.

Pulang ke rumah, ia kembali membersihkan diri, menyisakan lelah yang ditidurkannya dalam doa-doa panjang.

Bagi sebagian orang, pergi ke Tanah Suci adalah soal menunggu bonus tahunan cair atau menjual aset berharga. Namun bagi Jumariah, panggilan Baitullah dijawab dengan keringat, kesabaran, dan sebuah ember plastik yang diletakkan di sudut rumahnya.

Ia bukanlah orang berada. Pendapatannya dari bertani dan mencari hasil bumi di gunung sangatlah tidak menentu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Ratas Pendidikan Gratis

59 menit yang lalu | Ones

Nasional
Ratas Pendidikan Gratis

Korut Uji Senjata Hipersonik Canggih

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Korut Uji Senjata Hipersoni...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.