Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Melemah di Tengah Gelombang Perburuan Aset Safe Haven

📅 Senin, 18 Mei 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Melemah di Tengah Gelombang Perburuan Aset Safe Haven Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah awal pekan ini, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor di tengah ketidakpastian pasar global.

Peralihan dana ke aset aman seperti dolar AS, emas, atau obligasi menunjukkan bahwa pelaku pasar sedang mengurangi eksposur terhadap instrumen berisiko, termasuk saham di negara berkembang.

Kondisi ini umumnya dipicu oleh kekhawatiran terhadap inflasi global, arah suku bunga bank sentral, hingga tensi geopolitik yang dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi.

Bagi pasar domestik, arus keluar modal asing berpotensi menekan nilai tukar rupiah sekaligus memperlemah sentimen investasi jangka pendek di pasar saham.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/5) sore ditutup melemah 124,08 poin atau 1,85 persen ke posisi 6.599,24 dipicu oleh sikap pelaku pasar yang beralih ke instrumen defensif atau aset yang lebih aman.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,79 poin atau 1,03 persen ke posisi 651,09.

“Untuk pekan ini, IHSG masih berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan sideways melemah. Sentimen global masih akan sangat dominan, namun peluang technical rebound tetap terbuka apabila tekanan jual asing mulai mereda dan big caps perbankan kembali stabil,” ujar Pengamat Pasar Modal Reydi Octa saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Reydi menjelaskan, pelemahan IHSG dipicu kombinasi sentimen global dan domestik, yang mana dari global, pasar masih dibayangi sikap risk-off akibat ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat (AS), tensi geopolitik, serta tekanan di emerging market.

Dari dalam negeri, Ia menjelaskan investor masih mencermati tekanan capital outflow, pelemahan rupiah, serta kekhawatiran terhadap likuiditas dan volatilitas saham-saham tertentu.

Ia menjelaskan, investor asing saat ini cenderung masih defensif, terutama pada saham-saham big caps yang sebelumnya menjadi penopang indeks, yang mana asing terlihat lebih berhati-hati sambil menunggu stabilitas pasar global dan kepastian arah kebijakan moneter.

“Sebagian dana saat ini mulai beralih ke instrumen yang lebih defensif seperti obligasi pemerintah, emas, dolar AS, hingga saham-saham defensif berbasis dividen dan komoditas. Investor cenderung mencari aset yang lebih aman,” ujar Reydi.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 5,58 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor industri yang turun masing-masing sebesar 5,30 persen dan 3,65 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DYAN, BLUE, BPTR, SMKL dan GSMF. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DSSA, TPIA, APIC, KONI dan WBSA.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.