Didukung Amerika Serikat, Vietnam Berambisi Jadi Pusat Semikonduktor Dunia
📅 Senin, 18 Mei 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiBENGALURU, INDIA - Vietnam semakin agresif memperkuat posisinya sebagai pusat semikonduktor global dengan menjadikan inovasi dan transformasi digital sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi jangka panjang.
Pemerintah Vietnam menargetkan negara tersebut dapat masuk ke kelompok negara berpenghasilan menengah pada 2030 dan menjadi negara maju pada 2045. Untuk mencapai target itu, Hanoi menilai industri cip dan teknologi tinggi sebagai sektor strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisi geopolitik negara.
Dilansir dari Channel News Asia, Vietnam melihat periode 2024-2030 sebagai “era kebangkitan nasional”, istilah yang diperkenalkan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam pada 2024.
Istilah tersebut mencerminkan ambisi Vietnam untuk memanfaatkan perubahan tatanan global dan rivalitas teknologi dunia guna mempercepat transformasi ekonominya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam berhasil menarik perhatian dunia, khususnya Amerika Serikat (AS), sebagai salah satu alternatif penting dalam rantai pasok teknologi global di tengah meningkatnya persaingan AS dan Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Februari lalu, Presiden AS Donald Trump mengambil langkah penting dengan menghapus Vietnam dari daftar kontrol ekspor AS yang sejak era Perang Dingin menempatkan negara itu bersama Tiongkok dan Rusia.
Keputusan tersebut dinilai membuka peluang besar bagi Vietnam untuk memperoleh akses terhadap teknologi mutakhir yang digunakan dalam produksi cip paling canggih.
Hanoi juga terus menjalankan apa yang disebut sebagai “diplomasi cip” untuk memperkuat posisinya dalam industri semikonduktor global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu target utama Vietnam adalah menjalin kerja sama strategis dengan ASML, satu-satunya produsen teknologi litografi ultraviolet ekstrem (EUV) di dunia yang sangat penting dalam produksi cip generasi terbaru.
ASML disebut tengah menjajaki kemungkinan membangun pusat penelitian, pengembangan, dan pelatihan semikonduktor di Vietnam. Jika terealisasi, langkah tersebut akan menjadi lompatan besar bagi Hanoi dalam memperkuat ekosistem industri cip domestik.
Vietnam memandang penguasaan teknologi strategis seperti semikonduktor bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bagian penting dari kemandirian nasional dan daya tahan geopolitik.
Untuk itu, Hanoi menerapkan strategi bertahap dengan fokus memperkuat fondasi industri cip dari sisi produksi hingga sumber daya manusia.
Menarik Investasi
Selama satu dekade terakhir, Vietnam berfokus mengembangkan sektor assembly, testing, and packaging (ATP), yaitu tahap akhir dalam rantai produksi semikonduktor sebelum cip dikirim ke pelanggan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!