Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD DKI Jakarta Rilis Daftar Wilayah Rawan Longsor dan Langkah Antisipasinya

📅 Senin, 18 Mei 2026, 16:15 WIB | Oleh:
BPBD DKI Jakarta Rilis Daftar Wilayah Rawan Longsor dan Langkah Antisipasinya Doc: ANTARA
Ket. BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi tanah longsor di DKI Jakarta selama Mei 2026. Informasi tersebut merujuk pada peta potensi gerakan tanah dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM yang menunjukkan sejumlah wilayah di ibu kota memiliki potensi longsor saat curah hujan berada di atas normal.

JAKARTA - BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi tanah longsor di DKI Jakarta selama Mei 2026. Informasi tersebut merujuk pada peta potensi gerakan tanah dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM yang menunjukkan sejumlah wilayah di ibu kota memiliki potensi longsor saat curah hujan berada di atas normal.

Sebagian besar wilayah Jakarta masuk kategori potensi gerakan tanah rendah. Namun, beberapa wilayah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur tercatat berada dalam kategori potensi menengah sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan masih berlangsung.

Wilayah di Jakarta Selatan yang masuk kategori potensi menengah meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan. Sementara di Jakarta Timur mencakup Kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo.

BPBD menjelaskan wilayah dengan potensi menengah dapat mengalami gerakan tanah ketika curah hujan berada di atas normal. Risiko longsor juga dapat meningkat pada wilayah yang berada di dekat lembah sungai, tebing jalan, gawir, hingga lereng yang mengalami gangguan struktur tanah.

20260518161150_1000279980.jpg

Sebaiknya Anda baca juga:

Untuk masyarakat yang belum bermukim di kawasan rawan longsor, BPBD meminta warga melakukan langkah pencegahan sejak awal agar risiko bencana dapat diminimalkan. Langkah tersebut meliputi:

  • Menghindari mendirikan bangunan permanen di area rawan bencana seperti tebing, lereng, pesisir sungai, dan tanah tidak stabil.
  • Mempersiapkan bangunan penahan dan tanggul penahan longsor.
  • Membuat saluran atau selokan yang kuat untuk aliran air hujan.
  • Melakukan pemadatan tanah dan memperkokoh fondasi bangunan.
  • Tidak menebang pohon sembarangan.

Sementara bagi masyarakat yang sudah tinggal di kawasan rawan longsor, BPBD meminta warga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Langkah antisipasi yang perlu dilakukan meliputi:

  • Melakukan penghijauan di sekitar lingkungan dengan tanaman berakar kuat.
  • Mewaspadai curah hujan tinggi dan memantau informasi resmi terkait peringatan dini gerakan tanah.
  • Menyiapkan tas siaga bencana untuk kondisi darurat.
  • Tidak menunda evakuasi dan segera relokasi ke tempat aman saat cuaca ekstrem terjadi.

BPBD juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi pemerintah. Warga dapat menghubungi layanan darurat Jakarta Siaga 112 apabila menemukan kondisi darurat kebencanaan di wilayah masing-masing.

Pemerintah menilai mitigasi sejak dini menjadi langkah penting untuk menekan risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana longsor. Masyarakat di wilayah rawan diminta tetap waspada namun tidak panik selama periode cuaca ekstrem berlangsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Luar Negeri
Sekjen PBB Serukan Para Pem...

Pemkot Tangerang Normalisasi Kali Ledug Periuk

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Normalisas...
Olahraga
Lamine Yamal Jadi Kapten Te...
Advertisement
Benarkah Ada Sesar Aktif di Surabaya? Ini Penjelasan Pakar Geologi ITS

Benarkah Ada Sesar Aktif di Surabaya? Ini Penjelasan Pakar Geologi ITS

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.