Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Mau Kota Semrawut, Mataram Larang Lapak Kurban Berdiri di Ruang Publik

📅 Kamis, 14 Mei 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Mau Kota Semrawut, Mataram Larang Lapak Kurban Berdiri di Ruang Publik Doc: ANTARA/ Nirkomala.
Ket. Salah satu lapak pedagang hewan kurban di Jalan Sudirman, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rabu (13/5-2-26).

MATARAM – Larangan penggunaan fasilitas umum untuk berjualan hewan kurban menjadi upaya penting menjaga ketertiban kota, kebersihan lingkungan, dan kenyamanan masyarakat.

Aktivitas penjualan di trotoar, taman, atau bahu jalan kerap memicu kemacetan, penumpukan limbah, hingga mengganggu fungsi ruang publik.

Karena itu, pengaturan lokasi penjualan hewan kurban tidak hanya berkaitan dengan estetika kota, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan lingkungan dan keamanan aktivitas masyarakat menjelang Idul Adha.

Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memastikan para pedagang hewan kurban dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026, tidak menggunakan fasilitas umum sehingga tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Asisten I Setda Kota Mataram H Lalu Martawang di Mataram, Kamis (14/5), mengatakan, hal tersebut sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan Kota Mataram tetap nyaman dan aman.

"Untuk penertiban lapak pedagang hewan kurban, kami juga melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, banyak pedagang hewan kurban yang memanfaatkan fasilitas umum seperti di trotoar di sejumlah titik bahkan jalan utama untuk menjajakan hewan kurban, sehingga trotoar terkesan kotor dan kumuh.

Ia mengatakan, pedagang hewan kurban musiman hendaknya dapat mencapai lahan atau tempat berjualan dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong sehingga tidak mengganggu mobilitas dan aksesibilitas, serta kenyamanan masyarakat.

Selain itu, untuk menjaga keharmonisan antara pengguna jalan, warga sekitar, dan para pedagang, Pemerintah Kota Mataram mengimbau para pedagang untuk tetap menjalin komunikasi dan koordinasi dengan perangkat pemerintahan setempat, seperti kepala lingkungan terutama terkait perizinan lapak.

"Hal itu penting untuk menjaga ketertiban lingkungan meski lapak tersebut bersifat temporer atau sementara," katanya.

Martawang menambahkan, Kota Mataram memiliki visi "Mataram Harmoni" sehingga menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan sehingga pemerintah berupaya memfasilitasi kebutuhan ekonomi masyarakat menjelang Idul Adha tanpa mengabaikan kenyamanan dan kebersihan kota.

Sementara terkait dengan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lapak-lapak pedagang, menjadi ranah Dinas Pertanian dan hal itu sudah dilakukan mulai Selasa (12/5-2026).

"Tim kesehatan hewan kurban itu, bekerja hingga H+3 Idul Adha, karena mereka bertugas juga memeriksa daging kurban sebelum dibagi ke masyarakat. Tujuannya, agar daging kurban yang diberikan sehat dan layak dikonsumsi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pertamina Geothermal Energy...
Olahraga
Sabalenka Pimpin Persaingan...
Ekonomi
Menanti Arah Kebijakan The ...
Ekonomi
Tren Positif Bakal Lanjut, ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.