Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengembangkan Penelitian Tumbuhan Obat Khas Kalimantan

📅 Kamis, 14 Mei 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengembangkan Penelitian Tumbuhan Obat Khas Kalimantan Doc: Antara
Ket. Para Peneliti Kebun Raya Banua meneliti tanaman untuk mengembangkan tumbuhan berkhasiat obat khas Kalimantan di kawasan hutan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Banjarbaru - UPTD Kebun Raya Banua Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengembangkan penelitian tumbuhan berkhasiat obat khas Kalimantan guna melestarikan pengetahuan lokal masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya hayati daerah sebagai bahan baku obat berbasis tanaman lokal.

Kepala Seksi Penelitian dan Konservasi Tumbuhan Exsitu UPTD Kebun Raya Banua Kalsel Muhammad Ferza Listyannoor di Banjarbaru, Kamis, mengatakan kegiatan eksplorasi tumbuhan di Kabupaten Tanah Bumbu beberapa waktu lalu menjadi bagian dari pengembangan penelitian tumbuhan berkhasiat obat khas Kalimantan.

“Penelitian itu sekaligus mendukung upaya konservasi tanaman lokal. Eksplorasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung fungsi riset di Kebun Raya Banua, tanaman yang ditemukan nantinya akan dikembangkan dan dikaji lebih lanjut sesuai potensi masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan eksplorasi lapangan menjadi tahapan penting untuk mengidentifikasi berbagai jenis tumbuhan lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai tanaman obat maupun sumber bahan baku produk herbal khas Kalimantan Selatan pada masa mendatang.

Sementara itu, Peneliti Kebun Raya Banua Noor Laily Aziza menjelaskan Kebun Raya Banua memiliki fokus pengembangan pada tumbuhan obat dan tumbuhan berkhasiat obat khas Kalimantan yang selama ini banyak dimanfaatkan masyarakat secara tradisional.

Menurut dia, kajian yang dilakukan saat ini diarahkan untuk melakukan skrining terhadap berbagai jenis tumbuhan lokal guna mengetahui kandungan senyawa aktif yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengembangan bahan baku obat alami.

“Kami berupaya menskrining tumbuhan-tumbuhan yang memiliki potensi sebagai sumber obat. Harapannya ke depan Kalimantan dapat memiliki bahan baku obat yang berasal dari tumbuhan lokal sendiri,” katanya.

Noor Laily menekankan pengembangan riset tersebut mengedepankan pengetahuan lokal masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun, terutama informasi mengenai manfaat tanaman obat yang diperoleh langsung dari masyarakat saat kegiatan eksplorasi berlangsung.

“Kami banyak belajar dari masyarakat, baik suku Dayak, Banjar maupun suku lainnya. Mereka memiliki pengetahuan tentang fungsi tanaman tertentu sebagai obat tradisional, kemudian kami identifikasi dan teliti secara ilmiah,” tuturnya.

Ia menilai kajian tersebut menjadi jembatan antara pengetahuan lokal masyarakat dengan pengembangan ilmu pengetahuan modern karena sejumlah tanaman yang dipercaya memiliki khasiat tertentu terbukti mengandung senyawa aktif berdasarkan hasil penelitian ilmiah.

Salah satu tanaman yang diteliti yakni pohon Ulin yang secara tradisional dimanfaatkan masyarakat sebagai minyak rambut dan dipercaya mampu menghambat munculnya uban pada rambut.

“Ternyata setelah diteliti memang ada senyawa tertentu pada ulin yang berpotensi menghambat pembentukan uban. Jadi pengetahuan lokal yang diwariskan masyarakat itu memiliki dasar ilmiah,” ungkap dia.

Selain melaksanakan penelitian internal, Kebun Raya Banua juga membuka kesempatan bagi peneliti perguruan tinggi maupun lembaga penelitian lainnya untuk melakukan riset, pengambilan sampel, hingga pengembangan kajian ilmiah di kawasan kebun raya tersebut.

Ia berharap ke depan Kebun Raya Banua tidak hanya menjadi pusat konservasi tumbuhan khas Kalimantan, tetapi juga mampu menghasilkan produk berbasis tanaman lokal sekaligus menjaga keberlangsungan pengetahuan tradisional masyarakat mengenai manfaat tumbuhan obat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...

Pertemuan Trump-Kim Bisa Terjadi Kapan Saja

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Pertemuan Trump-Kim Bisa Te...

AS Usik Inggris Terkait Kepulauan Falkland

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
AS Usik Inggris Terkait Kep...
Megapolitan
Pedagang Pasar  Jadi Sasara...
Megapolitan
KPK Bakal Periksa Bupati Bogor
Advertisement
Karhutla Sumatra-Kalimantan Membara, Prabowo Panggil Panglima TNI dan Kapolri Malam-Malam Gelar Rapat Darurat

Karhutla Sumatra-Kalimantan Membara, Prabowo Panggil Panglima TNI dan Kapolri Malam-Malam Gelar Rapat Darurat

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.