Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Siang Hari Suhu Sangat Panas? Ini Penjelasan BMKG

📅 Rabu, 13 Mei 2026, 18:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

BMKG Pastikan Bukan Gelombang Panas

BMKG menepis anggapan bahwa Indonesia sedang mengalami gelombang panas atau heatwave.

Menurut standar Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), heatwave terjadi jika suhu meningkat minimal 5 derajat Celsius di atas normal dan berlangsung selama lima hari berturut-turut.

Sebagai negara tropis yang berada di garis khatulistiwa, Indonesia secara klimatologis tidak mengalami fenomena heatwave seperti di wilayah lintang menengah dan tinggi.

BMKG menegaskan suhu panas yang terjadi saat ini merupakan bagian dari siklus cuaca tropis yang dipengaruhi faktor astronomis dan meteorologis.

Pengaruh El Nino pada Musim Kemarau 2026

Selain faktor lokal, BMKG memperkirakan musim kemarau 2026 berpotensi lebih panjang dan lebih kering akibat pengaruh fenomena El Nino.

Analisis BMKG menunjukkan kondisi atmosfer global mulai bergerak menuju El Nino lemah hingga moderat yang dapat menurunkan curah hujan secara signifikan di sejumlah wilayah Indonesia.

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026, dengan sebagian besar wilayah mengalami puncak kekeringan pada Agustus.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh selama cuaca panas berlangsung dengan memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi aktivitas luar ruangan pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.

Masyarakat juga disarankan menggunakan pakaian berbahan ringan, pelindung kepala, serta rutin memantau informasi prakiraan cuaca karena kondisi atmosfer saat pancaroba dapat berubah dengan cepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.