Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar UI Bongkar Bahaya Minuman Kekinian, Jangan Cuma Tergiur Rasanya

📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 03:32 WIB | Oleh:
Pakar UI Bongkar Bahaya Minuman Kekinian, Jangan Cuma Tergiur Rasanya Doc: Antara foto
Ket. Ilustrasi: minuman kekinian yang merebak di banyak tempat di Indonesia.

DEPOK - Pakar Universitas Indonesia (UI) dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Dr. Widyatuti mengimbau publik agar lebih bijak dalam menyikapi gaya hidup minuman kekinian yang membahayakan kesehatan.

Dr. Widyatuti yang juga Ketua Klaster Family and Community Empowerment FIK UI di Depok, Jumat, menjelaskan kombinasi krimer olahan, pemanis tambahan, serta basis teh pekat dalam porsi artisan milk tea (teh susu) berpotensi memicu gangguan metabolisme serius.

"Dampak negatif tersebut meliputi obesitas, resistensi insulin yang berujung pada diabetes melitus tipe 2, hingga gangguan sistem kardiovaskular," katanya.

Ancaman ini tidak dapat dipandang sebelah mata mengingat posisi Indonesia yang saat ini berada di peringkat kelima dunia dengan jumlah penderita diabetes terbanyak.

Data International Diabetes Federation (IDF) dalam rilis atlas diabetes edisi ke-11 tahun 2024 mencatat 20,4 juta warga Indonesia hidup dengan diabetes. Indonesia duduk di posisi kelima di bawah Pakistan, Amerika Serikat, India, dan China.

Ia mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah merekomendasikan batas konsumsi gula harian maksimal empat sendok makan atau setara 50 gram per orang per hari.

Rekomendasi ini ditetapkan untuk menjaga stabilitas glukosa darah dan mencegah beban metabolik berlebih. Kendati demikian satu porsi artisan milk tea di pasaran diperkirakan menyumbang 70 hingga 100 persen dari total batas gula harian tersebut.

Selain tingginya kadar gula, asupan kafein dari basis teh pekat yang diminum berlebihan juga patut diwaspadai. Konsumsi kafein berlebih berisiko memicu gangguan kecemasan, palpitasi jantung, gangguan tidur, hingga masalah pencernaan, khususnya bagi kelompok rentan seperti individu yang sensitif terhadap kafein, anak-anak dan ibu hamil.

“Popularitas artisan milk tea sering kali membuat masyarakat terbuai oleh cita rasa, aroma khas, dan estetika visualnya. Istilah 'artisan’ kerap disalahartikan sebagai produk yang pasti alami atau jelas sehatnya. Oleh karena itu edukasi mengenai batas aman asupan gula dan kafein sangat krusial agar masyarakat tidak terjebak dalam gaya hidup yang merusak metabolisme tubuh,” ucap Dr. Widyatuti.

Sebagai langkah preventif di tingkat keluarga, ia membagikan sejumlah panduan edukatif untuk menikmati minuman kekinian secara bijak. Masyarakat, lanjutnya, diimbau untuk selalu memilih tingkat kemanisan (sugar level) terendah seperti less sugar 30 persen atau no sugar.

Penggunaan krimer bubuk olahan maupun krimer kental manis sebaiknya diganti dengan susu rendah lemak (low-fat) atau susu nabati (plant-based).

Pilihan topping berkalori tinggi seperti boba, cheese foam, dan puding juga sebaiknya dibatasi. Yang terpenting artisan milk tea hendaknya diposisikan hanya sebagai sajian sesekali, sementara pemenuhan cairan harian tetap bersumber utama dari air putih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
Mulai 25 Oktober, UMKM Dapa...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.