Cerita di Balik Comeback Emilia Nova ke Saptalomba Asian Games, Bikin Penasaran!
📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 03:00 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoNAGOYA - Emilia Nova kembali menekuni nomor saptalomba atau heptathlon pada Asian Games setelah sempat meninggalkan nomor tersebut dan memilih fokus pada nomor lari gawang yang menjadi spesialisasinya.
Keputusan Emilia kembali ke nomor yang terdiri dari tujuh disiplin atletik itu tidak datang secara tiba-tiba. Ia memiliki sejarah panjang dengan saptalomba sejak awal karirnya dan pernah mencatatkan prestasi nasional di nomor tersebut.
"Saya dulu mulai saptalomba umur 19 tahun, 2014. Karena lari gawang saya jelek dulu, akhirnya saya coba saptalomba karena motorik saya bagus," kata Emilia ditemui usai menuntaskan saptalomba di Mizuho Sports Park, Nagoya, Jepang, Jumat.
Setelah berlatih sekitar dua tahun, Emilia mampu memecahkan rekor nasional saptalomba yang telah bertahan selama 23 tahun. Ia juga berhasil membawa pulang medali perak pada SEA Games Kuala Lumpur 2017.
Namun, setelah itu ia memilih lebih fokus pada nomor lari gawang dan meninggalkan saptalomba untuk sementara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perjalanan di nomor lari gawang juga menghasilkan sejumlah prestasi. Emilia meraih gelar juara PON dan memecahkan rekor nasional pada nomor tersebut. Ia kemudian sempat turun di dua nomor dalam beberapa kejuaraan, tetapi akhirnya harus memilih karena jadwal pertandingan yang berdekatan.
Pengalaman bertanding di nomor lari gawang bahkan membawanya meraih medali perak pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Saat itu, persiapannya didukung dengan sejumlah uji coba internasional, termasuk bertanding di Amerika Serikat dan Korea Selatan.
"Di Asian Games saya dapat perak karena saya sudah siap dan sudah sering bertanding. Jadi enak untuk evaluasi latihan," ujar Emilia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, setelah kembali mencoba saptalomba, Emilia justru harus menghadapi persoalan cedera. Ia menjalani operasi dan membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi sebelum kembali berkompetisi.
Situasi cedera tersebut membuat Emilia berpikir ulang untuk kembali ke saptalomba.
Namun, menurut dia, nomor saptalomba memberikan peluang untuk kembali berprestasi karena tidak banyak atlet yang memiliki kemampuan motorik dan daya tahan yang dibutuhkan untuk menjalani tujuh nomor dalam satu rangkaian pertandingan.
"Saya akhirnya turun saptalomba karena melihat peluang. Di saptalomba kayaknya lebih mudah karena tidak banyak orang yang mau capek dan tidak banyak yang motoriknya bagus," kata Emilia.
Comeback stronger
Keputusan itu kemudian membuahkan hasil. Emilia meraih medali emas saptalomba pada PON Aceh-Sumut 2024 dan kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya pada SEA Games Thailand 2025.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!