Belajar dari Jepang, Makan Siang Sekolah Bergizi yang Sukses Cetak Generasi Unggul
📅 Selasa, 12 Mei 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Jangan jadikan rakyat minta-minta untuk makan, yang miskin otomatis digratiskan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Masyarakat Ekonomi Politik Indonesia (MEPI) Iyuk Wahyudi juga menilai program makan siang sekolah bergizi tidak boleh dipandang sebagai bisnis, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Nutritional School Lunch bukanlah bisnis tapi program sekolah cerdas dan sehat,” katanya.
Ia menilai pendekatan bisnis justru dapat menghambat tujuan utama program dalam mengatasi malnutrisi dan stunting.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, ia mendorong penggunaan istilah “makan siang sekolah bergizi” yang lebih menekankan aspek pendidikan dan gizi serta menempatkan siswa sebagai pusat kebijakan.
“Jangan jadikan rakyat mengemis untuk makan. Yang miskin otomatis digratiskan,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!