Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bea Cukai Edukasi Warga Aceh Cegah Perdagangan Satwa Dilindungi

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 10:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bea Cukai Edukasi Warga Aceh Cegah Perdagangan Satwa Dilindungi Doc: Bea Cukai Langsa
Ket. Orang utan yang hendak diselundupkan keluar negeri di Langsa, Aceh, Jumat (30/1/2026).

BANDA ACEH - Bea Cukai Langsa bekerja sama dengan Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera mengedukasi masyarakat dalam mencegah perdagangan dan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar dilindungi.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Langsa Destinhuru Hend Dhito di Langsa, Senin (11/5), mengatakan edukasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait pentingnya peran seluruh pihak menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya 

"Kami juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif mencegah terjadinya perdagangan dan peredaran ilegal terhadap tumbuhan dan satwa liar dilindungi," katanya.

Edukasi dan sosialisasi pencegahan perdagangan dan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar dilindungi merupakan inisiasi Komisi IV DPR RI dan Kementerian Kehutanan RI.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Bea Cukai Langsa dengan aparat penegak hukum (APH) serta para pemangku kepentingan terkait.

Destinhuru mengatakan Bea Cukai berperan dalam pengawasan lalu lintas barang berdasarkan perspektif Undang-Undang Kepabeanan, khususnya dalam mendukung upaya pencegahan penyelundupan dan praktik perdagangan ilegal satwa liar dilindungi. 

"Bea Cukai Langsa bersama aparat penegak hukum menindak ekspor ilegal berbagai satwa liar dilindungi di Kabupaten Aceh Timur, pada akhir 2026," kata Destinhuru Hend Dhito.

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Langsa Dwi Harmawanto mengatakan pihaknya terus memperkuat kerja sama dan koordinasi antarinstansi guna memberantas praktik perdagangan dan peredaran ilegal satwa serta tumbuhan liar dilindungi.

"Kami juga mengimbau masyarakat berperan aktif menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan tidak terlibat dalam aktivitas penyelundupan dan perdagangan ilegal terhadap tumbuhan dan satwa liar dilindungi," kata Dwi Harmawanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Nasional
KADIN Ungkap Teknologi Buka...

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

45 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Ekonomi
Pos Indonesia Disebut Gagal...
Nasional
Pemerintah Perketat Langkah...
Nasional
Menekraf Ingin Tenun jadi K...
Olahraga
Xavi Hernandez Resmi Jadi P...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.