Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alarm Pelemahan Konsumsi Menyala, Penjualan Ritel Diproyeksi Lesu

8 Selasa, 12 Mei 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alarm Pelemahan Konsumsi Menyala, Penjualan Ritel Diproyeksi Lesu Alarm Pelemahan Konsumsi Menyala, Penjualan Ritel Diproyeksi Lesu Doc: ANTARA Bayu Pratama S
Ket. Ilustrasi - Pengunjung memilih baju batik di Pasar Grosir Batik Setono, Pekalongan, Jawa Tengah.

JAKARTA – Penurunan kinerja penjualan eceran secara bulanan mencerminkan mulai melambatnya aktivitas konsumsi masyarakat dalam jangka pendek.

Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh menurunnya daya beli, perubahan pola belanja konsumen, hingga sikap masyarakat yang lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan harga kebutuhan pokok.

Secara ekonomi, perlambatan penjualan eceran menjadi sinyal penting karena konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan nasional.

Jika tren penurunan berlangsung dalam beberapa bulan, dampaknya dapat merembet pada pelemahan aktivitas perdagangan, distribusi, hingga kinerja industri yang bergantung pada permintaan domestik.

Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) memprakirakan kinerja penjualan eceran terjaga pada April 2026, dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat sebesar 231,0.

Prakiraan indeks tersebut menurun sebesar -10,0 persen secara bulanan (month to month/mtm) dari realisasi IPR pada Maret 2026 serta menurun -1,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari realisasi IPR pada April 2025.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/5), menyampaikan IPR April 2026 didorong oleh tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada kelompok suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta subkelompok sandang.

Secara rinci, kelompok suku cadang dan aksesori pada April 2026 diprakirakan tumbuh 18,8 persen (yoy); perlengkapan rumah tangga lainnya tumbuh 1,4 persen (yoy), serta subkelompok sandang tumbuh 4,4 persen (yoy).

Penjualan kelompok lain diprakirakan berada pada zona kontraksi, terutama pada kelompok barang budaya dan rekreasi; makanan, minuman, dan tembakau; serta bahan bakar kendaraan bermotor masing-masing sebesar -1,1 persen (yoy); -2,1 persen (yoy); dan -2,8 persen (yoy).

Secara bulanan, kinerja penjualan eceran April 2026 yang diprakirakan menurun dipengaruhi oleh normalisasi permintaan masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Penurunan terjadi pada seluruh cakupan kelompok dengan kontraksi terdalam pada kelompok barang budaya dan rekreasi (-14,1 persen mtm); makanan, minuman, dan tembakau (-10,7 persen mtm); serta peralatan informasi dan komunikasi (-10,9 persen mtm).

Mengenai realisasi pada Maret 2026, IPR tercatat sebesar 256,7. Kinerja tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori (tumbuh 15,5 persen yoy); barang budaya dan rekreasi (tumbuh 14,8 persen yoy); serta makanan, minuman, dan tembakau (tumbuh 4,7 persen yoy)

Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 tumbuh sebesar 10,3 persen (mtm), lebih tinggi dari Februari 2026 yang tumbuh sebesar 4,1 persen (mtm).

Peningkatan tersebut didukung oleh kinerja penjualan seluruh kelompok, terutama kelompok barang budaya dan rekreasi (12,9 persen mtm); makanan, minuman, dan tembakau (10,8 persen mtm); bahan bakar kendaraan bermotor (9,3 persen mtm), serta subkelompok sandang (26,2 persen mtm), sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat pada periode HBKN Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Juni dan September 2026, diprakirakan meningkat.

Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni dan September 2026 yang tercatat masing-masing sebesar 175,6 dan 163,2, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH Mei dan Agustus 2026 yang tercatat masing-masing sebesar 157,4 dan 157,2, didorong oleh kenaikan harga bahan baku.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

PSS Sleman Harus Menang Atas Bhayangkara Sore Ini

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Sleman Harus Menang Ata...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.