Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keyakinan Konsumen Stagnan, Bukti Masyarakat Masih Cemas Kondisi Ekonomi

📅 Senin, 11 Mei 2026, 13:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keyakinan Konsumen Stagnan, Bukti Masyarakat Masih Cemas Kondisi Ekonomi Doc: ANTARA FOTO/ Aditya Pradana Putra.
Ket. Ilustrasi - Warga berbelanja di salah satu toko di Pasar Baru, Jakarta.

JAKARTA – Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi yang cenderung stagnan pada April 2026 mencerminkan bahwa daya optimisme masyarakat belum sepenuhnya pulih di tengah tekanan ekonomi global dan domestik.

Meskipun inflasi relatif terkendali dan aktivitas konsumsi tetap berjalan, masyarakat masih bersikap hati-hati dalam membelanjakan uang maupun mengambil keputusan finansial jangka panjang.

Kondisi ini menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap stabilitas pendapatan, lapangan kerja, serta ketidakpastian arah ekonomi ke depan.

Jika stagnasi keyakinan konsumen berlangsung berkepanjangan, maka potensi perlambatan konsumsi rumah tangga yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional perlu diwaspadai.

Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Konsumen mencatat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi diindikasikan tetap terjaga pada April 2026, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang berada pada level optimis atau indeks lebih dari 100.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/5), menyampaikan bahwa IKK April 2026 tercatat sebesar 123,0, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 122,9.

Terjaganya keyakinan konsumen pada April 2026 terutama ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat sebesar 116,5, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 115,4.

Lebih rinci, hasil survei mencatat bahwa meningkatnya IKE ditopang oleh kenaikan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) yang tercatat masing-masing sebesar 108,8 dan 112,6, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 107,8 dan 109,2.

Sedangkan Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) tercatat di level optimis sebesar 128,1, meskipun lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 129,2.

Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) terjaga di level optimis sebesar 129,6, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 130,4

BI mencatat bahwa tetap kuatnya IEK bersumber dari optimisme ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 136,9, 127,7, dan 124,1.

Dalam hasil survei yang sama, BI juga mencatat bahwa rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada April 2026 tercatat sebesar 72,1 persen, relatif stabil dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 72,2 persen.

Proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 9,7 persen, lebih rendah dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,2 persen.

Sementara proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 18,2 persen, lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 17,6 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.