Bappenas Buka Peta Baru, RI Bidik Amerika Tengah untuk Kekuatan Ekonomi Baru
📅 Senin, 11 Mei 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penguatan kerja sama dengan negara-negara Amerika Tengah mencerminkan strategi diversifikasi mitra dagang dan investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kawasan ini memiliki potensi yang belum sepenuhnya tergarap, mulai dari perdagangan komoditas, sektor pertanian, hingga peluang kerja sama di bidang energi terbarukan dan infrastruktur.
Dengan memperluas jangkauan diplomasi ekonomi, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional sekaligus membuka akses ke pasar baru yang sedang berkembang.
Di sisi lain, tantangan utama terletak pada jarak geografis, perbedaan struktur ekonomi, serta keterbatasan konektivitas logistik yang dapat memengaruhi efisiensi perdagangan.
Karena itu, penguatan kerja sama perlu didukung oleh skema perjanjian yang lebih konkret, seperti fasilitasi perdagangan, promosi investasi, dan peningkatan konektivitas bisnis antar pelaku usaha.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika dikelola secara konsisten, hubungan ini berpotensi menjadi salah satu pilar baru dalam perluasan ekspansi ekonomi Indonesia di kawasan Amerika Latin
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan Indonesia berupaya memperkuat kerja sama dengan negara-negara Amerika Tengah, yaitu Panama, Honduras, Kosta Rika, dan Nikaragua.
“Indonesia memiliki pengalaman kerja sama dengan negara-negara pasifik yang mendapat tanggapan serta apresiasi positif dan berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut,” kata Rachmat Pambudy dari keterangan resmi di Jakarta, Senin (11/5).
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Panama Hendra Halim, Kepala Bappenas mengharapkan pengalaman kerja sama Indonesia dapat menjadi contoh di kawasan Amerika Tengah.
Menurut dia, beberapa bidang bisa dikerjasamakan dapat dibahas secara konkret meliputi pendidikan, pengelolaan sampah, serta bio-ekonomi.
Di kawasan tersebut, lanjutnya, Indonesia pernah bekerja sama dalam pelatihan kerajinan bambu dan pembibitan kelapa sawit.
Sementara itu, Dubes Hendra Halim juga menyampaikan Indonesia dapat membantu Nikaragua dalam pembentukan lembaga halal.
Menteri Rachmat Pambudy pun mendorong pemanfaatan instrumen bantuan pembangunan kerja sama internasional Indonesia yang tersedia saat ini, yaitu dana Indonesia Aid
“Dana Indonesian Aid diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk penanganan kebencanaan, tetapi juga untuk mendukung strategi yang lebih teknis, seperti pengiriman tenaga ahli perencanaan dan instruktur kerajinan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!