Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

BNPB: Tiga Pendaki Hilang di Gunung Dukono Masih dalam Pencarian

1 Sabtu, 09 Mei 2026, 14:20 WIB | Oleh:
BNPB: Tiga Pendaki Hilang di Gunung Dukono Masih dalam Pencarian BNPB: Tiga Pendaki Hilang di Gunung Dukono Masih dalam Pencarian Doc: ANTARA/HO-Basarnas Maluku Utara
Ket. Ilustrasi: Tim SAR Gabungan sementara melakukan pendakian di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara untuk mencari dan mengevakuasi para pendaki WNA asal Singapura dan WNI, Jumat (8/5).

LABUAN BAJO, NTT - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan tim SAR gabungan masih melakukan operasi pencarian terhadap tiga orang pendaki yang hilang pasca-erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, mengatakan bahwa dua dari tiga pendaki yang hilang merupakan Warga Negara Asing (WNA), sementara satu lainnya adalah Warga Negara Indonesia (WNI).

"Pada hari kedua operasi ini, tim memfokuskan pencarian di area yang diduga menjadi titik keberadaan korban. Posisi dua WNA sempat terdeteksi berada pada jarak 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama," kata dia.

BNPB melaporkan meskipun posisi dua WNA tersebut sudah diketahui, namun proses evakuasi belum dapat dilakukan karena kondisi medan yang ekstrem dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih sangat tinggi.

Sementara itu satu pendaki WNI hingga kini masih dalam proses pelacakan dan belum terdeteksi keberadaannya.

Abdul menegaskan seluruh personel di lapangan wajib mengutamakan keselamatan dan mengikuti rekomendasi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono dari Badan Geologi mengingat status gunung tersebut berada pada Level II (Waspada).

Sebagaimana informasi dari PGA tersebut diketahui aktivitas kegempaan masih didominasi gempa letusan dengan amplitudo besar.

Sejak Sabtu (9/5) dini hari tadi hingga pukul 11.00 WIT tercatat beberapa kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 3.000 meter di atas puncak.

BNPB menyesalkan adanya aktivitas pendakian tersebut, mengingat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara telah menutup total jalur pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026. Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki kawasan rawan bencana dalam radius empat kilometer dari puncak kawah.

Demi mencegah insiden serupa, BNPB mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi rekomendasi Badan Geologi terkait pembatasan aktivitas di gunung api aktif lainnya yang berstatus Waspada maupun Siaga, seperti Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT, Gunung Marapi di Sumatera Barat, hingga Gunung Semeru di Jawa Timur.

"Kami meminta para operator jasa pendakian dan masyarakat untuk aktif mensosialisasikan penutupan jalur ini. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku demi keselamatan jiwa," kata Abdul Muhari. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.