Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertalite Tak Lagi Tersedia di Beberapa SPBU, Ini Alasan Pemerintah

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 19:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertalite Tak Lagi Tersedia di Beberapa SPBU, Ini Alasan Pemerintah Doc: ANTARA/HO-Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus
Ket. Ilustrasi - Truk pengangkut BBM milik Pertamina.

JAKARTA – Di sejumlah SPBU Pertamina, Pertalite mendadak “menghilang tanpa pamit,” membuat sebagian pengendara harus berpindah ke opsi BBM lain yang harganya terasa lebih “dewasa.”

Fenomena ini kembali memunculkan pertanyaan klasik di kalangan pengguna kendaraan: apakah ini bagian dari penyesuaian distribusi, keterbatasan stok, atau sekadar dinamika teknis di lapangan yang terasa seperti kejutan kecil di tengah rutinitas isi bensin.

Di sisi lain, situasi ini juga memperlihatkan betapa sensitifnya pasar BBM subsidi terhadap pola distribusi dan permintaan.

Ketika satu jenis bahan bakar tidak tersedia, efeknya langsung terasa ke perilaku konsumen, mulai dari perubahan pilihan hingga potensi tekanan pada jenis BBM lain.

Pada akhirnya, kejadian seperti ini kembali menegaskan bahwa urusan energi di level SPBU bukan sekadar soal “isi full atau setengah,” tapi juga soal keseimbangan pasokan yang kadang tidak sehalus harapan pengendara di pagi hari.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyampaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi seperti Pertalite tidak dijual di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina karena terjadi perubahan layanan.

“Untuk beberapa SPBU Pertamina di Jakarta memang ada upgrade, perubahan status dari SPBU biasa menjadi SPBU Signature yang memang memberikan layanan dan fasilitas premium,” ujar Anggia ketika dihubungi dari Jakarta, Jumat (8/4).

Anggia menjelaskan bahwa BBM subsidi seperti Pertalite dan biosolar masih dijual di SPBU biasa.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tidak dijualnya Pertalite di sejumlah SPBU Pertamina bukan karena Pertamina berhenti menyalurkan BBM subsidi.

“Hanya memang ada perubahan layanan dan status di beberapa SPBU-nya,” ujar Anggia.

Dalam kesempatan tersebut, Anggia juga memastikan bahwa PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga wajib menyalurkan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Ron 90 atau Pertalite melalui penyalur atau SPBU yang telah diberi penugasan oleh BPH Migas.

“Penugasan dilakukan secara triwulan untuk memastikan ketersediaan kuota, penyalur, serta kebutuhan konsumen pengguna di kabupaten/kota,” ucap Anggia.

Pernyataan tersebut terkait dengan viralnya pengumuman sejumlah SPBU Pertamina yang berhenti menjual Pertalite. Pengumuman tersebut lantas disusul oleh perubahan status sejumlah SPBU Pertamina menjadi SPBU Signature.

Dikutip dari laman resmi Pertamina Patra Niaga, SPBU Pertamina Signature menawarkan berbagai layanan tambahan. Konsumen yang melakukan pengisian BBM minimal Rp350 ribu, misalnya, akan mendapatkan layanan semir ban gratis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang

23 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Presiden Prabowo Dijadwalka...

Gempa Bumi Magnitude 7,4 Guncang Kolombia Sedikitnya 20 Orang Tewas

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gempa Bumi Magnitude 7,4 Gu...
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.