Mentawai Bidik Jadi Ibu Kota “Surfing” Dunia
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 18:15 WIB | Oleh: Ilham SudrajatMENTAWAI — Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatra Barat mengembangkan wisata berbasis budaya dan surfing kelas dunia. Sedangkan Sikerei sebagai suku asli Mentawai menjadi ikon wisata daerah tersebut.
Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, mengatakan pengembangan pariwisata di daerahnya tidak boleh hanya berorientasi pada kunjungan wisata semata. Menurutnya, pariwisata juga harus menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan.
“Yang diingat wisatawan itu adalah experience-nya, keasliannya. Karena itu kita mesti beyond tourism,” kata Bupati dalam Launching of City Branding Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis (7/5) di Jakarta.
Terkait Sikerei, menurut Rinto, Sikerei memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Mentawai. Sikerei dikenal sebagai tabib tradisional yang mampu mengobati masyarakat menggunakan ramuan dari tumbuh-tumbuhan alami yang tersedia di hutan Mentawai.
“Sikerei menjadi tokoh dan orang bijak di Mentawai. Sikerei adalah ikon Mentawai yang tidak dapat dilepaskan dari identitas masyarakat Mentawai,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rinto menjelaskan, untuk menjadi seorang Sikerei terdapat tahapan adat dan sejumlah pantangan yang harus dijalani. Salah satunya adalah memanjangkan rambut dan tidak diperbolehkan mengkonsumsi sayur pakis selama menjalani proses tersebut.
Selain budaya, Pemerintah Kabupaten Mentawai juga menaruh perhatian besar terhadap pengembangan wisata selancar atau surfing. Mentawai yang memiliki puluhan titik ombak dinilai berpotensi menjadi destinasi surfing kelas dunia.
“Kita ingin menjadikan Mentawai dengan 78 spot ombak sebagai ibu kota surfing dunia,” ujar dia. Menurut dia, Mentawai telah dikenal luas oleh peselancar dunia karena kualitas ombaknya yang dinilai setara dengan destinasi surfing internasional lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Belum diakui menjadi surfer mendunia kalau belum menjajal surfing Mentawai,” kata dia. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah.
Terutama terkait infrastruktur pendukung pariwisata seperti pelabuhan, bandara, dan akomodasi wisata. “Kita tidak bisa bekerja sendiri, karena itu kami mengajak semua pihak datang dan bersama-sama membangun pariwisata Mentawai,” ucap dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!