KTT ASEAN Dibuka, Filipina Serukan Solidaritas Hadapi Konflik Global
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 10:55 WIB | Oleh: Tim PenulisCEBU - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyerukan para pemimpin di Asia Tenggara agar bersatu dan teguh di tengah ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik saat secara resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN, Jumat (8/5).
Dalam sambutan pembukanya di hadapan para pemimpin ASEAN, Marcos mengatakan bahwa kawasan Asia Tenggara menghadapi "momen yang menentukan" di tengah disrupsi dan konflik global yang terus berdampak pada ekonomi, kehidupan masyarakat, dan stabilitas kawasan.
"Kita bertemu di tengah tantangan besar yang terjadi di kawasan kita dan lebih jauh lagi," kata Presiden Filipina saat menyoroti dampak ketegangan di Timur Tengah terhadap ASEAN.
"Tugas-tugas ASEAN harus dilanjutkan, bukan karena tantangannya, tetapi karena waktu menuntut jawaban kita atas tantangan tersebut," ucap dia, menambahkan.
Marcos mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyesuaikan pelaksanaan pertemuan ASEAN dengan mengurangi kegiatan non-esensial dan mengubah format sejumlah agenda menjadi pertemuan daring.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal tersebut, ucapnya, adalah untuk mengatasi dampak tekanan energi dan ekonomi yang semakin meningkat akibat konflik di Timur Tengah.
Meski dengan penyesuaian tersebut, ia menegaskan bahwa ASEAN teguh berkomitmen menjaga kerja sama dan menyesuaikan respons regional melalui pertemuan antara menteri luar negeri serta ekonomi, pertanian, dan energi.
Presiden Filipina juga menegaskan kekuatan ASEAN ada pada persatuan dan kerja samanya, khususnya di masa-masa tak tentu seperti saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"ASEAN senantiasa mendapatkan kekuatannya bukan dari keseragaman, tetapi dari persatuannya," kata dia.
Sebelum pembukaan pertemuan puncak KTT ke-48 ASEAN, Presiden Marcos dan Ibu Negara Liza Araneta-Marcos menyambut para pemimpin ASEAN serta pendamping yang tiba di lokasi pertemuan.
Para pemimpin ASEAN yang hadir yaitu Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, PM Kamboja Hun Manet, Presiden RI Prabowo Subianto, PM Laos Sonexay Siphandone, dan PM Malaysia Anwar Ibrahim.
Kemudian, PM Singapura Lawrence Wong, PM Thailand Anutin Charnvirakul, PM Timor Leste Xanana Gusmao, dan PM Vietnam Le Minh Hung.
Adapun Myanmar diwakili oleh Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri U Hau Khan Sum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!