Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mantan Menteri Olahraga China Divonis Hukuman Mati atas Kasus Korupsi

📅 Selasa, 09 Des 2025, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mantan Menteri Olahraga China Divonis Hukuman Mati atas Kasus Korupsi Doc: Antara
Ket. Mantan Kepala Administrasi Umum Olahraga China yang setara dengan jabatan menteri olahraga Gou Zhongwen di Pengadilan Menengah Rakyat Yancheng, provinsi Jiangsu, China bagian timur.

Beijing - Mantan Kepala Administrasi Umum Olahraga China Gou Zhongwen, setara dengan menteri olahraga, pada Senin (8/12), dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun karena menerima suap dan menyalahgunakan kekuasaannya.

Pengadilan di Beijing menilai kejahatan Gou sangat serius.  Suap yang diterimanya "sangat besar", dampak sosialnya "sangat parah", dan kerugian terhadap negara serta kepentingan publik pun "sangat signifikan".

Pengadilan Menengah Rakyat Yancheng di Provinsi Jiangsu menyatakan Gou terbukti menerima suap lebih dari 236 juta RMB (sekitar 33,38 juta dolar AS) antara 2009-2024, dan menggunakan jabatan untuk keuntungan bisnis dan persetujuan proyek kelompok tertentu.

Gou (68) yang menjabat Kepala Administrasi Umum Olahraga China pada 2016-2022 juga dicabut hak politiknya seumur hidup, dan seluruh aset pribadinya disita.

Secara terpisah, pengadilan menjatuhkan hukuman lima tahun penjara karena penyalahgunaan kekuasaan pada 2012-2013 saat menjabat wakil wali kota Beijing. Ia terbukti merugikan aset publik dan kepentingan negara.

Pengadilan menggabungkan kedua hukuman tersebut, menjatuhkan hukuman mati yang ditangguhkan dua tahun, dan memerintahkan semua keuntungan serta bunganya dikembalikan ke kas negara.

Gou mendapat keringanan karena mengaku bersalah, menyesali perbuatannya, mengungkap suap yang belum diketahui, dan mengembalikan keuntungan haram.

Di China, hukuman mati yang ditangguhkan biasanya diubah menjadi penjara seumur hidup jika tidak ada kejahatan baru selama dua tahun percobaan, dan dapat dikurangi jika berperilaku baik.

Meski begitu, pengadilan menyatakan Gou tidak berhak mendapat pengurangan hukuman lebih lanjut karena beratnya pelanggaran dan dampak sosial, sehingga ia akan menjalani sisa hidupnya di penjara jika hukuman seumur hidup dijalankan.

Gou berasal dari Gansu dan bergabung dengan Partai Komunis China pada 1976. Ia menjadi wakil wali kota Beijing pada 2008 dan kepala Administrasi Umum Olahraga 2016-2022.

Ia juga menjabat ketua eksekutif Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin Beijing 2022, serta ketua Komite Olimpiade China, dan wakil ketua Komite Urusan Etnis dan Agama CPPCC.

Gou diselidiki sejak Mei 2024 sebelum dikeluarkan dari PKC dan dicopot dari jabatan publik. Sidang publik mulai digelar 20 Agustus 2025.

Pada 2017, saat menjabat kepala Administrasi Olahraga, Gou melakukan intervensi kebijakan terkait pemain U23 Liga Super China, serta memecat kepala pelatih tim tenis meja nasional Liu Guoliang, memicu pemogokan pemain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.