Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kuningan Punya Jurus Baru Perkuat Ekonomi Pedesaan dan Petani

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 20:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kuningan Punya Jurus Baru Perkuat Ekonomi Pedesaan dan Petani Doc: ANTARA/ HO-Pemkab Kuningan.
Ket. Pemkab Kuningan saat menyalurkan bibit kelapa genjah di Kuningan, Jawa Barat.

KUNINGAN – Pengembangan kelapa sebagai komoditas unggulan daerah dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi lokal karena didukung tingginya permintaan pasar domestik maupun ekspor.

Tidak hanya sebagai bahan baku pangan, kelapa juga memiliki nilai tambah tinggi melalui produk turunan seperti minyak kelapa, santan, arang tempurung, hingga produk kosmetik dan energi terbarukan.

Dengan penguatan hilirisasi, peningkatan produktivitas petani, serta dukungan investasi dan teknologi, komoditas kelapa dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil.

Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengembangkan kelapa sebagai komoditas unggulan daerah tersebut untuk memperkuat ekonomi pedesaan dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah di Kuningan, Kamis (7/5), mengatakan komoditas kelapa memiliki potensi besar karena tersebar di sejumlah wilayah dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat pedesaan.

Ia menjelaskan pengembangan komoditas kelapa ke depan tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, namun diarahkan untuk memperkuat hilirisasi dan kemitraan usaha agar petani memperoleh nilai tambah lebih besar.

“Kami ingin kelapa di Kuningan tidak lagi diposisikan sebagai komoditas pelengkap, tetapi menjadi komoditas strategis yang mampu memberikan nilai tambah dan menggerakkan ekonomi pedesaan,” ujarnya.

Ia menyebutkan produksi kelapa di Kabupaten Kuningan pada 2025 mencapai sekitar 3.588,41 ton, dengan luas lahan kurang lebih 4.007 hektare.

Namun demikian, kata Wahyu, pengembangan komoditas tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari pola budidaya tradisional, skala usaha petani yang kecil, hingga keterbatasan akses pasar.

Selain itu, ia menyebutkan pemasaran kelapa di daerah masih bergantung pada pasar lokal dan peran tengkulak sehingga posisi tawar petani belum optimal.

“Industri pengolahan kelapa di daerah juga belum berkembang optimal sehingga nilai tambah yang diterima petani masih rendah,” katanya.

Ia menuturkan pemerintah daerah menjalankan program peremajaan tanaman dan intensifikasi budidaya di sejumlah wilayah, untuk memperkuat pengembangan komoditas tersebut.

Pada 2025, lanjut Wahyu, pemerintah daerah telah menyalurkan 38.500 bibit kelapa genjah serta 115.500 kilogram pupuk organik guna mendukung pengembangan sekitar 350 hektare lahan.

Selain itu, Diskatan mengusulkan pengembangan kelapa seluas 550 hektare dan telah memperoleh persetujuan pengembangan untuk 200 hektare dari pemerintah pusat pada 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
Perjanjian Keamanan Arktika...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.