Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Spanyol Izinkan Kapal Pesiar yang Terjangkit Hantavirus Berlabuh di Kepulauan Canary.

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 13:32 WIB | Oleh:

Van Kerkhove juga mengirimkan pesan langsung kepada orang-orang yang berada di dalam pesawat.

“Kami hanya ingin Anda tahu bahwa kami sedang bekerja sama dengan operator kapal,” katanya. “Kami sedang bekerja sama dengan negara asal Anda. Kami mendengarkan Anda. Kami tahu bahwa Anda takut.”

Strain Andes

Penularan dari manusia ke manusia tidak umum, dan WHO menegaskan kembali bahwa risiko bagi masyarakat luas rendah, menambahkan bahwa mereka telah diberitahu bahwa "tidak ada tikus di atas kapal" tersebut.

Penyebaran terbatas di antara kontak dekat telah diamati dalam beberapa wabah sebelumnya dari strain virus Andes, yang menyebar di Amerika Selatan, termasuk Argentina.

Van Kerkhove mengatakan masa inkubasi tipikal untuk hantavirus adalah antara satu dan enam minggu, yang membuat WHO meyakini bahwa pasangan Belanda tersebut, yang telah bepergian di Argentina sebelum menaiki kapal pesiar, "terinfeksi di luar kapal".

Kasus lainnya mungkin juga terinfeksi saat melakukan perjalanan pengamatan burung ke pulau-pulau tempat burung dan hewan pengerat hidup, kata WHO.

Perjalanan semacam itu merupakan bagian dari pelayaran.

Kapal pesiar mewah Hondius membawa sebagian besar penumpang berkebangsaan Inggris, Amerika, dan Spanyol, yang berangkat dari ujung selatan Argentina pada akhir Maret.

Pelayaran tersebut mengunjungi Semenanjung Antartika, Georgia Selatan, dan Tristan da Cunha, beberapa pulau terpencil di planet ini.

Pelayaran tersebut dipasarkan sebagai ekspedisi alam Antartika, dengan harga tempat tidur berkisar antara 14.000 hingga 22.000 euro (16.000 hingga 25.000 dolar AS).

Penumpang pertama yang terkena musibah, seorang pria Belanda, meninggal pada tanggal 11 April. Jenazahnya tetap berada di atas kapal hingga tanggal 24 April, ketika "diturunkan di St Helena, dengan istrinya ikut serta dalam proses pemulangan," kata Oceanwide Expeditions.

Istrinya mengalami gejala gangguan pencernaan saat turun dari pesawat, dan kondisinya memburuk selama penerbangan ke Johannesburg. Ia meninggal saat tiba di ruang gawat darurat pada 26 April, kata WHO, menambahkan bahwa pelacakan kontak sedang dilakukan untuk penumpang penerbangan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Pelatih Timnas Indonesia Jo...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

40 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.