Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polda NTT Bongkar Sindikat Rokok Ilegal Internasional, Selamatkan Negara Rp12,3 Miliar

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 15:11 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Polda NTT Bongkar Sindikat Rokok Ilegal Internasional, Selamatkan Negara Rp12,3 Miliar Doc: istimewa
Ket. Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko (tengah), memimpin langsung konferensi pers di Kupang, NTT, Rabu (6/5) terkait kasus penyelundupan rokok ilegal internasional yang masuk lewat perbatasan Indonesia–Timor Leste

KUPANG – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil membongkar jaringan penyelundupan rokok ilegal internasional yang masuk lewat perbatasan Indonesia–Timor Leste. Dari operasi ini, negara diselamatkan dari potensi kerugian 12,3 miliar rupiah.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, memimpin langsung konferensi pers pengungkapan kasus tersebut di Kupang. “Kasus ini membuktikan bahwa koordinasi yang terbangun mampu mengungkap jaringan penyelundupan hingga ke level operasionalnya. Penanganannya pun kami pastikan berjalan sesuai prosedur hukum secara profesional dan terbuka,” tegas Irjen Rudi dari Kupang, Rabu (6/5).

Operasi gabungan Polda NTT bersama Bea Cukai Atambua melibatkan empat personel Polres Belu dan sembilan petugas Bea Cukai. Atas keberhasilan itu, Polda NTT memberikan penghargaan kepada seluruh personel yang terlibat.

Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan tiga warga negara asing asal China yang diduga sebagai otak sindikat. Ketiganya yakni LSR sebagai pengelola utama, LJW sebagai penanggung jawab distribusi, dan HRO sebagai pelaksana teknis penimbunan barang ilegal.

Barang bukti yang disita mencapai 11 juta batang rokok jenis sigaret putih mesin (SPM) dengan pita cukai palsu. Total nilai barang bukti ditaksir Rp23,1 miliar. 

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menjelaskan, jaringan ini berasal dari China. Barang dikirim via Dili, Timor Leste, lalu masuk ke Indonesia melalui jalur laut di perairan Atapupu. “Polda NTT memastikan pengawasan di jalur-jalur rawan akan semakin diperketat,” kata Henry.

Irjen Rudi menambahkan, peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan keuangan negara tapi juga merusak iklim usaha yang sehat. Karena itu, penindakan di wilayah perbatasan akan terus dilakukan secara tegas dan berkelanjutan.

“Di perbatasan yang menjadi wajah terdepan Indonesia, Polda NTT hadir sebagai benteng kuat yang memastikan satu hal, praktik ilegal boleh mencoba masuk, tetapi tidak akan pernah dibiarkan bertahan,” pungkas Kapolda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Afghanistan-Pakistan Terlib...
Luar Negeri
Mesir Siap Pasang Badan Ban...
Nasional
Mendagri Serahkan Jabatan K...
Ekonomi
IHSG Anjlok 4,31 Persen Usa...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.