Peraih Nobel Perdamaian Narges Mohammadi Terancam Meninggal di Tahanan Iran
📅 Rabu, 06 Mei 2026, 06:25 WIB | Oleh: AndesKecaman Internasional
Dalam pernyataan terpisah, Sekretaris Jenderal Amnesty International menyebut otoritas Iran telah mempertaruhkan nyawa Mohammadi dengan menolak memberikan akses perawatan medis yang memadai.
Sekjen Amnesty, Agnes Callamard, menyebut Mohammadi sebagai “tahanan hati nurani” yang tidak mendapatkan perawatan medis spesialis yang sangat dibutuhkan di luar penjara.
Anak kembar Mohammadi, Ali dan Kiana Rahmani, yang kini tinggal di Paris, belum bertemu dengan ibunya selama lebih dari satu dekade dan bahkan menerima Hadiah Nobel atas namanya saat ia masih dipenjara.
“Perawatan yang diberikan sangat minim dan selalu dalam penjagaan. Ini bukan pengobatan,” ujar putrinya, Kiana, dalam pernyataan yang dibacakan di konferensi pers.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengacara Mohammadi juga mendesak pemerintah Prancis, termasuk Presiden Emmanuel Macron, untuk mengambil sikap lebih tegas dalam kasus ini.
Mohammadi dikenal sebagai pendukung kuat gelombang protes 2022–2023 yang dipicu kematian Mahsa Amini dalam tahanan.
Selain menentang hukuman mati dan kewajiban jilbab bagi perempuan, ia juga kerap memprediksi runtuhnya sistem pemerintahan ulama yang berkuasa di Iran sejak Revolusi Islam 1979.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!