Kepala BI DKI: Industri Film Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Jakarta, Target Kota Sinema 2027
📅 Rabu, 06 Mei 2026, 17:18 WIB | Oleh: Tim Redaksi1. Short Film Competition untuk kategori pelajar dan mahasiswa.
2. Film Screening melalui Community Screening / Goes to School & Campus (Non-Competition).
3. BI Jakarta Goes to School: Workshop & Literasi.
4. Jakarta Film Fund (JFF) for Student.
Sebaiknya Anda baca juga:
Iwan menegaskan, dengan pelibatan anak muda dan penguatan local capture, industri film diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru yang inklusif dan berkelanjutan bagi Jakarta menuju 2027.
Sebagaimana diketahui, industri kreatif menyumbang sekitar 7,28% hingga 7,44% dari PDB nasional.
Saat ini industri film lokal tengah naik daun. Pada 2025 tercatat 545 judul, dengan 270 di antaranya produksi domestik. Angka itu melonjak dari 2020 yang baru 68 judul. Pangsa film nasional juga meningkat dari 35% pada 2020 menjadi 49% pada 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesuksesan film nasional terlihat dari Jumbo yang tayang di 40 negara. Dengan biaya produksi Rp48 miliar, film ini meraup pendapatan lebih dari Rp200 miliar. Produksinya menyerap 620 tenaga kerja dan ditonton 9,4 juta pemirsa.
Begitu juga sinetron legendaris Si Doel Anak Sekolahan yang tayang 1994–2003 dengan 6 musim dan 139 episode. Biaya produksi Rp7–15 miliar, namun total pendapatan mencapai Rp120 miliar. Film ini menyerap 70–150 tenaga kerja dan ditonton 9,5 juta pemirsa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!