Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPS: Industri Pengolahan Sokong 30 Persen Perekonomian Banten di Awal 2026

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 06:13 WIB | Oleh:
BPS: Industri Pengolahan Sokong 30 Persen Perekonomian Banten di Awal 2026 Doc: antara foto
Ket. Pariwisata di Banten terus menggeliat.

SERANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat sektor industri pengolahan masih menjadi penyokong utama ekonomi daerah dengan kontribusi sebesar 30,02 persen terhadap struktur ekonomi Banten pada triwulan pertama 2026.

Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, melalui keterangannya di Serang, Selasa (5/5), menyampaikan bahwa dominasi sektor industri tersebut dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi Banten secara keseluruhan yang mencapai 5,64 persen secara tahunan (year-on-year), melampaui capaian nasional sebesar 5,61 persen.

"Struktur ekonomi Banten masih bertumpu pada industri pengolahan, diikuti perdagangan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan. Gabungan empat sektor ini menyumbang lebih dari 70 persen terhadap ekonomi daerah," ujarnya.

Meskipun industri pengolahan tetap dominan, BPS mencatat motor penggerak pertumbuhan tertinggi pada awal tahun ini justru datang dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang melonjak hingga 17,88 persen akibat musim panen raya.

Selain itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga menunjukkan kinerja kuat dengan pertumbuhan 15,29 persen, disusul sektor transportasi dan pergudangan yang naik 13,84 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

Geliat ekonomi di berbagai sektor ini berdampak positif pada pasar tenaga kerja. Pada Februari 2026, jumlah penduduk bekerja di Banten meningkat menjadi 5,83 juta orang, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun ke angka 6,59 persen.

"Sektor perdagangan dan industri tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Banten, mencerminkan ketergantungan struktur ekonomi dan lapangan kerja pada sektor-sektor tersebut," jelas Yusniar.

Namun demikian, BPS memberikan catatan terkait kualitas pekerjaan, di mana proporsi pekerja formal tercatat sebesar 52,19 persen atau turun 1,18 persen poin dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran sebagian tenaga kerja ke sektor informal.

"Ke depan, upaya peningkatan kualitas pekerjaan dan perluasan sektor formal tetap menjadi fokus utama agar pertumbuhan ekonomi yang ditopang industri dan pertanian ini semakin inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Banten," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Lewat Kreativitas, Festival...
Nasional
Wamenekraf Dorong Inovasi J...
Daerah
KAI: Penumpang KA Ciremai S...
Daerah
KAI: Pelanggan KA Makassar-...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.