Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Museum KAA di Bandung Masih Jadi Magnet Wisata Edukasi

8 Minggu, 05 Jul 2026, 14:05 WIB | Oleh:
Museum KAA di Bandung Masih Jadi Magnet Wisata Edukasi  Museum KAA di Bandung Masih Jadi Magnet Wisata Edukasi  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA) terus menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kota Bandung. Tak hanya menyimpan kisah penting lahirnya semangat solidaritas bangsa-bangsa Asia dan Afrika, museum yang berada di kawasan Gedung Merdeka ini juga menjadi magnet bagi pelajar, wisatawan domestik hingga mancanegara.

Kepala Seksi Publikasi dan Nilai-nilai KAA, Christoforus Katon, menjelaskan bahwaMuseum KAA lahir dari gagasan Menteri Luar Negeri RI saat itu, Prof. Dr Mochtar Kusumaatmadja. Ide tersebut muncul setelah banyak pemimpin negara Asia dan Afrika yang ingin mengunjungi Gedung Merdeka, lokasi bersejarah penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika 1955.

“Gagasan pendirian museum muncul untuk mengabadikan sejarah serta semangat Konferensi Asia-Afrika. Usulan tersebut disampaikan pada peringatan 25 tahun KAA tahun 1980, mendapat dukungan Presiden Soeharto. Akhirnya Museum Konferensi Asia-Afrika diresmikan pada 24 April 1980 bertepatan dengan peringatan 25 tahun Konferensi Asia-Afrika,” kata Christoforus dalam keterangan resmi, Jumat (3/7) lalu.

Museum KAA menyuguhkan beragam koleksi yang membawa pengunjung menelusuri perjalanan sejarah diplomasi dunia. Di antaranya diorama Sidang Pembukaan Konferensi Asia-Afrika 1955, koleksi peralatan jurnalistik, arsip foto dan dokumen sejarah hingga film dokumenter yang mengisahkan jalannya konferensi serta dampaknya terhadap perkembangan dunia.

Selain menampilkan sejarah pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika, museum ini juga mengajak pengunjung mengenal perjalanan panjang Gedung Merdeka yang menjadi saksi lahirnya semangat perdamaian dan kerja sama antarbangsa.

Minat masyarakat untuk berkunjung ke Museum KAA pun terus meningkat. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, museum ini telah menerima lebih dari 35.000 pengunjung, didominasi wisatawan domestik dan rombongan pelajar. Sementara itu, wisatawan mancanegara yang datang pada periode yang sama mencapai lebih dari 3.500 orang.

Untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam, Museum KAA menyediakan layanan edukator atau pemandu wisata bagi rombongan yang telah melakukan reservasi. Layanan ini tersedia dalam bahasa Indonesia, Inggris dan Mandarin, sehingga dapat melayani wisatawan dari berbagai negara.

Seluruh layanan kunjungan ke Museum KAA juga tidak dipungut biaya. Pengunjung individu maupun rombongan cukup melakukan reservasi melalui laman mkaa.kemlu.go.id/halaman/registrasi-simkuring. Khusus rombongan, reservasi dilakukan terlebih dahulu melalui admin museum sebelum mengisi formulir kunjungan.

Museum KAA membuka layanan setiap Rabu hingga Sabtu pukul 09.00–15.00 WIB, dengan waktu istirahat pukul 12.00–13.00 WIB. Khusus hari Jumat, jam layanan menyesuaikan waktu salat Jumat.

Selain itu, Museum KAA menerima kunjungan rombongan di sesi pagi pukul 09.00-12.00 WIB hanya menerima sebanyak 250 orang sedangkan pada sesi siang pukul 13.00-15.00 WIB menerima sebanyak 200 orang.

Menurut Christoforus, Konferensi Asia-Afrika yang berlangsung pada 18–24 April 1955 di Gedung Merdeka diikuti oleh 29 negara Asia dan Afrika. Peristiwa bersejarah tersebut menjadi tonggak penting lahirnya semangat kerja sama negara-negara berkembang dalam memperjuangkan kemerdekaan, persamaan derajat, dan perdamaian dunia.

Ia berharap nilai-nilai yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika terus diwariskan kepada generasi muda.

“Peristiwa Konferensi Asia-Afrika 1955 mengajarkan pentingnya solidaritas dan kerja sama antarindividu maupun antarbangsa dalam menjaga persatuan serta perdamaian dunia,” tutur dia.

Sebagai salah satu ikon sejarah dunia yang berada di jantung Kota Bandung, Museum Konferensi Asia-Afrika tidak hanya menjadi tempat menyimpan memori masa lalu, tetapi juga ruang belajar yang menginspirasi generasi masa kini untuk terus merawat semangat persaudaraan, diplomasi dan perdamaian global. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

PSS Sleman Harus Menang Atas Bhayangkara Sore Ini

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Sleman Harus Menang Ata...
Olahraga
Persib Sesumbar Akan Tunduk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.