Timur Tengah Kembali Memanas, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal
📅 Selasa, 05 Mei 2026, 12:50 WIB | Oleh: Lili LestariMenurut Kementerian Pertahanan UEA, empat rudal diluncurkan dari Iran, tiga di antaranya berhasil ditembak jatuh dan satu lagi jatuh ke udara.
Iran juga menembakkan drone ke sebuah kapal tanker yang berafiliasi dengan perusahaan minyak raksasa milik negara, ADNOC, kata pihak berwenang UEA.
Seorang pejabat senior militer Iran tidak membantah serangan tersebut tetapi mengatakan bahwa negara itu "tidak memiliki program yang direncanakan sebelumnya untuk menyerang fasilitas minyak yang dimaksud".
“Apa yang terjadi adalah akibat dari petualangan militer AS untuk menciptakan jalur bagi kapal-kapal agar dapat melewati Selat Hormuz secara ilegal,” kata pejabat itu, menurut televisi pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Militer AS harus dimintai pertanggungjawaban atas hal itu," tambah pejabat tersebut.
Namun Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi -- yang dipandang sebagai tokoh moderat di negara yang dipimpin ulama dan di mana para pemimpin puncak telah dibunuh oleh Israel -- mengatakan bahwa bentrokan di selat tersebut menunjukkan bahwa "tidak ada solusi militer untuk krisis politik" dan menunjuk pada upaya Pakistan untuk terus menjadi mediator.
"AS harus waspada agar tidak terseret kembali ke rawa oleh pihak-pihak yang berniat jahat. Begitu juga UEA. Proyek Kebebasan adalah Proyek Kebuntuan," tulisnya di X.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!