Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Timur Tengah Kembali Memanas, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 12:50 WIB | Oleh:
Timur Tengah Kembali Memanas, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal Doc: CBS 19 News
Ket. Tentara AS patroli di Laut Arab

TEHERAN - Gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat terancam gagal pada hari Senin (4/5) ketika kedua negara terlibat baku tembak di Selat Hormuz, dan Uni Emirat Arab melaporkan serangan untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata diumumkan.

Sehari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan operasi untuk mengawal kapal-kapal yang terjebak melalui selat tersebut, Fox News mengutip pernyataannya yang mengancam bahwa Iran akan "lenyap dari muka bumi" jika menyerang kapal-kapal AS.

Iran tampak tidak gentar saat bersumpah untuk terus mengendalikan Selat Hormuz, jalur sempit yang dilalui seperlima minyak dunia sebelum Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.

Seorang laksamana AS mengatakan pasukan AS menenggelamkan enam kapal kecil Iran.

Pasukan AS "menyerang dua perahu kecil yang membawa orang... mereka membunuh lima penumpang sipil dan harus dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan mereka," demikian unggahan televisi pemerintah Iran di Telegram.

UEA, sekutu dekat AS dan mitra utama Israel, mengatakan pihaknya menjadi sasaran serangan rudal dan drone dari Iran.

“Serangan-serangan ini merupakan eskalasi yang berbahaya dan pelanggaran yang tidak dapat diterima, yang menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan, stabilitas, dan keselamatan wilayah negara,” kata menteri luar negeri UEA dalam sebuah pernyataan.

Serangan yang bertujuan instalasi energi di emirat Fujairah melukai tiga warga negara India, kata pihak berwenang UEA.

Dua orang juga terluka ketika sebuah bangunan tempat tinggal dihantam di Bukha, Oman, di sepanjang garis pantai Selat Hormuz, menurut laporan media pemerintah.

Kembali ke Kondisi Perang

Harga minyak terus naik setelah serangan di UEA, harga minyak mentah Brent, kontrak acuan internasional untuk pengiriman Juli, melonjak lebih dari lima persen.

Lonjakan biaya energi bagi konsumen sejak perang telah menyebabkan kesulitan ekonomi di seluruh dunia dan menciptakan masalah politik bagi Trump beberapa bulan sebelum pemilihan kongres.

Di Israel, seorang pejabat militer mengatakan pasukan berada dalam keadaan siaga tinggi.

UEA memerintahkan semua sekolah untuk kembali ke pembelajaran jarak jauh selama sisa minggu ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
    Call Center Resmi Spinjam Spinjam shopee pinjam paling ...
    Call Center Resmi Spinjam Spinjam shopee pinjam paling ...
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

18 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.