Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemain Top Dunia dan Roland Garros Mulai Negosiasi Soal Pembagian Hadiah

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 00:10 WIB | Oleh:
Pemain Top Dunia dan Roland Garros Mulai Negosiasi Soal Pembagian Hadiah Doc: AFP
Ket. Ilustrasi trofi Roland Garros.

PARIS - Perwakilan para petenis terbaik dunia dan penyelenggara Roland Garros dilaporkan menggelar pertemuan yang disebut berlangsung “positif” dan “menjanjikan” terkait tuntutan peningkatan pembagian hadiah uang turnamen Grand Slam.

Sumber yang dekat dengan pembicaraan tersebut mengatakan kepada AFP, Sabtu (23/5) waktu setempat, bahwa Federasi Tenis Prancis atau French Tennis Federation (FFT) sepakat membuka jalur negosiasi langsung dengan para pemain yang terlibat dalam gerakan protes.

Delegasi FFT dalam pertemuan itu di antaranya diwakili direktur Roland Garros sekaligus mantan petenis nomor satu dunia, Amelie Mauresmo.

Kelompok pemain yang mendorong perubahan tersebut mencakup sejumlah nama besar tenis dunia, termasuk petenis nomor satu dunia putra Jannik Sinner dan nomor satu dunia putri Aryna Sabalenka.

Menurut sumber tersebut, FFT berkomitmen memberikan tanggapan resmi terhadap proposal para pemain dalam beberapa pekan mendatang.

Sejak Maret 2025, sekitar 20 pemain papan atas dari tur ATP dan WTA menggalang upaya untuk memperoleh porsi yang lebih besar dari pendapatan yang dihasilkan turnamen Grand Slam.

Saat ini para pemain hanya menerima sekitar 15 persen dari total pendapatan Grand Slam. Mereka menuntut angka tersebut meningkat menjadi 22 persen pada 2030.

Sebagai bentuk tekanan kepada penyelenggara, sekitar 20 pemain sebelumnya mengancam membatasi aktivitas media mereka hanya selama 15 menit pada Jumat dan Sabtu, dua hari yang biasanya dipakai untuk konferensi pers dan wawancara pra-turnamen di Roland Garros.

Gerakan para pemain tidak berhenti di Paris. Perwakilan mereka, yang sebagian besar terdiri atas agen pemain, juga dijadwalkan bertemu dengan penyelenggara Wimbledon dan US Open dalam dua pertemuan terpisah yang akan berlangsung menjelang akhir Roland Garros.

Namun hingga kini belum ada agenda pertemuan dengan penyelenggara Australian Open.

Selain menuntut distribusi pendapatan yang lebih adil, para pemain juga meminta keterlibatan lebih besar dalam pengambilan keputusan penting terkait empat turnamen Grand Slam.

Mereka turut mendesak peningkatan perhatian terhadap kesejahteraan pemain, termasuk dukungan layanan kesehatan, cuti melahirkan, hingga program pensiun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.