Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR: Perusakan GKSI Jadi Pengingat Mendesak untuk Perkuat Toleransi

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR: Perusakan GKSI Jadi Pengingat Mendesak untuk Perkuat Toleransi Doc: Antara
Ket. Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina.

Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina memandang perusakan rumah doa umat Kristen Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Anugerah Padang Sumatera Barat mengingatkan segenap elemen bangsa mengenai pentingnya kembali memperkuat nilai keberagaman, seperti toleransi dan persatuan.

"Sudah saatnya, kita memperkuat kembali nilai-nilai pluralitas dan keberagaman sebagai kekayaan, bukan ancaman," kata Selly dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (28/9).

Menurutnya, penguatan nilai keberagaman itu bernilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, mengingat peristiwa seperti perusakan itu pernah pula terjadi di wilayah lain.

Selly pun mengingatkan seluruh pihak agar tidak terprovokasi oleh peristiwa perusakan rumah doa yang terjadi di Padang, Sumatera Barat pada Minggu (27/7) itu.

"Para pemimpin dan seluruh stakeholder bangsa harus mampu bersikap bijak, tidak terpancing oleh provokasi, serta bersama-sama memperkuat komitmen kebangsaan yang menjamin rasa aman dan adil bagi semua warga negara, tanpa terkecuali,” katanya.

Selain itu, mantan Plt Bupati Cirebon tersebut juga mendesak semua pihak, khususnya masyarakat, tokoh agama, dan pemangku kebijakan agar bersama-sama menjaga ruang damai antarumat beragama dengan menjunjung sikap menghormati dan saling menjaga.

“Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa harmoni sosial tidak terjadi begitu saja, melainkan perlu dibangun terus melalui dialog, edukasi, dan komitmen kolektif untuk menjaga ruang-ruang hidup bersama,” katanya.

Menurut Selly, perusakan rumah doa itu telah mencederai prinsip kebinekaan yang ditanam di Indonesia, salah satunya adalah toleransi dan jaminan kebebasan beragama.

“Peristiwa yang menimpa GKSI di Padang benar-benar merusak prinsip Bhineka dan toleransi beragama,” kata Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PDI Perjuangan Komisi VIII itu.

Ia pun mengutip komitmen Ketua DPR Puan Maharani mengenai kewajiban pemenuhan hak kebebasan beragama bagi setiap warga Indonesia. Selly lalu menyerukan agar aparat keamanan segera bertindak menangani kasus tersebut agar kasus serupa pun tidak terulang.

“Negara harus hadir secara tegas dalam menjamin keamanan tempat ibadah dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang turut menjadi korban dalam peristiwa ini,” tegasnya.

Selain itu, kata dia melanjutkan, anak-anak yang menjadi korban kejadian itu harus mendapatkan pendampingan. Ia menekankan bahwa pemulihan secara fisik dan batin harus dilakukan sebagai bagian dari penyembuhan trauma.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

31 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

55 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.