Pengembangan Baterai Berbasis Material Lokal Memperkuat Ketahanan Energi
📅 Selasa, 05 Mei 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiPemanfaatan energi terbarukan seperti matahari dan angin membutuhkan sistem penyimpanan yang efisien.
JAKARTA - Kemandirian energi bangsa hanya dapat dicapai bila Indonesia mampu mengembangkan teknologi baterai dengan bahan baku terbarukan yang berlimpah di Indonesia, sehingga aplikasinya berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Guru Besar Tetap Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dalam bidang Material Energi Baru dan Terbarukan, Bambang Priyono mengatakan kemandirian energi tercapai bila mampu mengembangkan bahan terbarukan.
Bambang di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Senin (4/5) menyoroti urgensi pengembangan teknologi penyimpanan energi sebagai solusi atas krisis energi, polusi udara, dan tantangan keberlanjutan.
Pemanfaatan energi terbarukan seperti matahari dan angin membutuhkan sistem penyimpanan yang efisien, di mana baterai litium-ion berperan penting sebagai teknologi battery energy storage (BES).
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai bagian dari risetnya, Bambang menekankan pengembangan baterai sekunder litiumion, khususnya pada material anoda, katoda, dan upaya peningkatan performa dengan memanfaatkan bahan baku terbarukan berupa biomassa.
Fokus itu mencerminkan arah penelitian yang konsisten dengan kebutuhan energi bersih Indonesia. Ia juga menggarap teknologi flashJoule untuk menghasilkan grafena multi-layer dari biomassa secara cepat dan ramah lingkungan, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas elektroda baterai sekaligus membuka aplikasi lebih luas.
“Kita memiliki potensi luar biasa dalam mencapai kemandirian energi bangsa, sehingga dalam pengembangan riset flash-graphene ini, kerja sama antar peneliti dan industri yang memiliki kepakaran dalam pemanfaatan material maju ini akan semakin meningkat dan bisa mewujudkan hasil-hasil penelitian yang impactful untuk bangsa kita,” jelas Bambang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bambang mulai mengembangkan penelitian baterai sodium-ion yang memiliki prospek besar karena bahan bakunya sangat berlimpah di Indonesia. Langkah itu memperluas cakupan risetnya dari litium-ion menuju alternatif lain yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam transisi energi bersih. Konsistensi dan relevansi penelitian itulah yang mengantarkan dirinya dikukuhkan sebagai Guru Besar UI di bidang Material Energi Baru dan Terbarukan.
Bambang juga menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa sebagai negara kepulauan tropis dengan garis pantai terpanjang di dunia. Potensi energi terbarukan dari sinar matahari dan angin sangat besar, namun sifatnya yang intermiten menuntut adanya teknologi penyimpanan energi yang handal.
Baterai litium-ion dengan efisiensi coulombic (Coulombic Efficiency/CE) rata-rata 95 persen dan masa pakai lebih dari 8 tahun menjadi solusi yang semakin ekonomis. “Dengan riset yang tepat, kita dapat memanfaatkan biomassa lokal sebagai material baterai, sehingga tidak hanya mengurangi kebergantungan pada impor bahan tambang, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi sumber daya alam Indonesia,” tegasnya.
Pilihan Utama
Dalam kesempatan lain, Ketua Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES) Surya Darma menegaskan, kemandirian energi nasional sulit tercapai selama Indonesia masih bergantung pada energi fosil yang diimpor dari luar negeri. Ketergantungan itu justru membuat ketahanan energi rapuh dan membebani neraca perdagangan.
“Kemandirian energi akan mudah dicapai jika penggunaan energi tidak lagi hanya bergantung pada fosil yang harus diimpor dari luar. Impor semacam ini akan berdampak pada rapuhnya ketahanan energi, apalagi kemandirian energi,” kata Surya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!