Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Papua Mesti Cari Alternatif, Jangan Hanya Ekspor Kayu, Nanti Hutan Gundul, Lalu Banjir

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 07:33 WIB | Oleh:
Papua Mesti Cari Alternatif, Jangan Hanya Ekspor Kayu, Nanti Hutan Gundul, Lalu Banjir Doc: ist
Ket. dampak kayu ditebangi

JAYAPURA – Selama ini ekspor Papua mengandalkan kayu. Ini berbahaya karena lama-lama hutan gundul, ujung-ujungnya banjir bandang. Maka harus ada alternatif dan menghentikan ekspor kayu.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyatakan struktur ekspor di Provinsi Papua pada Maret 2026 masih bertumpu komoditas nonmigas khususnya golongan kayu dan barang dari kayu (HS44) dengan nilai sebesar 3.151,11 ribu dolar AS atau setara Rp54,84 juta.

Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Papua dan ini menunjukkan daya saing produk kehutanan di pasar global.

"Kontribusi ekspor nonmigas terhadap total ekspor Papua mencapai 99,98 persen, sedangkan sektor migas hanya sebesar 0,55 ribu dolar AS atau masih sangat kecil perannya dalam perdagangan luar negeri daerah," katanya.

Emi merinci total nilai ekspor Papua pada Maret 2026 tercatat sebesar 3.550,09 ribu dolar AS.

"Di mana angka ini mengalami penurunan sebesar 47,38 persen dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 6.747,27 ribu dolar AS," ujarnya.

Dia menjelaskan dari sisi tujuan, ada tiga negara yang menjadi pasar utama ekspor asal Papua, yakni tertinggi Australia dengan nilai mencapai 2.457,90 ribu dolar AS atau sekitar 69,23 persen dari total ekspor.

"Kemudian pasar utama ekspor ada juga dikirim ke Selandia Baru sebesar 444,71 ribu dolar AS dan Papua Nugini sebesar 387,01 ribu dolar AS," katanya.

Dia menambahkan aktivitas pemuatan ekspor di wilayah Papua terbesar dilakukan melalui Pelabuhan Jayapura dengan nilai 387,01 ribu dolar AS, khususnya untuk pengiriman ke negara tetangga.

"Namun demikian, sebagian besar ekspor Papua justru dimuat melalui pelabuhan di luar provinsi, yakni melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang mencatat nilai pemuatan sebesar 3.162,18 ribu dolar AS," ujarnya.

Hal ini menunjukkan masih tingginya ketergantungan pada infrastruktur logistik di luar Papua.

"Secara kumulatif, total nilai ekspor Papua selama Januari hingga Maret 2026 mencapai 14.629,63 ribu dolar AS. Angka tersebut turun 7,78 persen dibandingkan periode yang sama 2025," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Nasional
Seniman Prancis Gelar Pelat...
Luar Negeri
Ribuan Orang Berunjuk Rasa ...
Luar Negeri
Korut Luncurkan Sejumlah Mi...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.