Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ledakan Dahsyat Hancurkan Pabrik Kembang Api di Tiongkok, 21 Orang Tewas

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 12:04 WIB | Oleh:
Ledakan Dahsyat Hancurkan Pabrik Kembang Api di Tiongkok, 21 Orang Tewas Doc: Xinhua
Ket. Foto udara yang diambil oleh drone pada 5 Mei 2026 dini hari menunjukkan para penyelamat bekerja di lokasi kejadian setelah ledakan di pabrik kembang api di Kota Guandu, Liuyang, Provinsi Hunan, Tiongkok tengah.

BEIJING - Ledakan dahsyat terjadi di pabrik kembang api di Tiongkok tengah, menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai 61 lainnya, menurut media pemerintah, Selasa (5/5).

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 16.43 pada hari Senin (4/5) di Perusahaan Pembuatan dan Pertunjukan Kembang Api Liuyang Huasheng di Liuyang, provinsi Hunan, menurut stasiun televisi pemerintah CCTV.  

Video-video di media sosial sejak Senin menunjukkan ledakan terus-menerus disertai dengan kepulan asap tebal yang membubung tinggi ke udara di daerah pedesaan yang dikelilingi pegunungan.

Rekaman drone dari CCTV yang diambil sehari kemudian menunjukkan hamparan puing-puing yang masih berasap di tempat bangunan-bangunan itu berdiri, dengan para pekerja penyelamat dan ekskavator menyisir reruntuhan.

Asap terus mengepul dari beberapa bangunan yang masih berdiri, banyak di antaranya dengan atap yang hancur diterbangkan angin.  

Pemerintah pusat telah mengirimkan para ahli untuk memandu upaya penyelamatan, sementara lebih dari 480 petugas penyelamat telah dikerahkan secara mendesak ke lokasi untuk operasi pencarian dan penyelamatan, lapor CCTV.

Mereka telah menetapkan zona kendali sejauh 3 kilometer (1,9 mil) di sekitar lokasi dan mengevakuasi orang-orang di sekitarnya.

Menurut CCTV, polisi telah menahan manajemen perusahaan, sementara penyelidikan penyebab kecelakaan masih berlanjut.

Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan "upaya habis-habisan" untuk merawat korban luka dan mencari orang hilang, serta agar pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban, demikian dilaporkan kantor berita pemerintah Xinhua pada hari Selasa.

Liuyang adalah pusat produksi kembang api utama, yang menghasilkan sekitar 60 persen kembang api yang dijual di Tiongkok dan 70 persen yang diekspor.

Kecelakaan industri, termasuk di industri kembang api, sering terjadi di Tiongkok karena standar keselamatan yang longgar.

Tahun lalu, sebuah ledakan di pabrik kembang api lain di Hunan menewaskan sembilan orang, dan pada tahun 2023, tiga orang tewas setelah ledakan menghantam bangunan tempat tinggal di kota Tianjin di utara.

Pada bulan Februari, ledakan terpisah di toko-toko kembang api di provinsi Hubei dan Jiangsu menewaskan 12 dan delapan orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Polaroid Luncurkan Kamera A...

Hindari Kawasan GBK, Ada Konser Exo, Lalu Lintas Dialihkan

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Hindari Kawasan GBK, Ada Ko...

Waduh, Ayam Jantan Malu Berkokok, Keok dari Pantai Gading

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Waduh, Ayam Jantan Malu Ber...
Olahraga
Seixas Siap Ganggu Dominasi...
PROFIL BINTANG

Alphonso Davies

51 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Alphonso Davies

Ferrari Siap Akhiri Laju Kemenangan Antonelli di GP Monako

59 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Ferrari Siap Akhiri Laju Ke...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.