Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jadi Program Unggulan, Nelayan Butuh Dukungan Asuransi.

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 21:20 WIB | Oleh:
Jadi Program Unggulan, Nelayan Butuh Dukungan Asuransi. Doc: Istimewa
Ket. Tingginya risiko kerja membuat nelayan membutuhkan perlindungan asuransi. Program unggulan ini menjadi solusi penting bagi kesejahteraan mereka.

Jakarta - Sebagai negara maritim, seharusnya nelayan berperan penting sebagai penyedia pangan protein sekaligus penggerak ekonomi nasional. Namun hingga kini, tantangan struktural seperti keterbatasan akses terhadap infrastruktur, teknologi, dan pasar membuat potensi besar mereka belum terkelola secara optimal. Kondisi sosial ekonomi yang belum merata masih menjadi kendala bagi masyarakat kelautan dan perikanan. 

Tidak terkecuali untuk masalah keselamatan, sangat sedikit nelayang yang mengasuransikan dirinya, padahal hal tersebut sangatlah penting. Dosen Hukum Asuransi Universitas Indonesia (UI), Kornelius Simanjuntak mengatakan nelayan belum mengerti pentingnya asuransi karena kehidupan sehari-hari saja masih harus berjuang.

Padahal, asuransi butuh biaya yang akan lebih baik didukung pemerintah sambil meningkatkan literasi.

"Saat pemerintah member dukungan, ini jadi program literasi sambil menyadarjan bahwa asuransi penting bagi nelayan, agar saat ada musibah, nelayan dapat penggantian," jelas Kornelius.

Di sisi lain, Kornelius juga sadar bahwa dukungan pemerintah pada nelayan akan sedikit berbeda dengan bantuan bagi petani. Pasalnya pada nelayan lebih banyak variasi dan risiko yang juga lebih beragam.

"Namun hal tersebut bukan masalah, pemerintah tetap harus memberi dukungan, apalagi sekarang ada program Kampung Nelayan Merah Putih," tegas Kornelius.

Menurut Kornelius, Kampung Nelayan Merah  Putih akan sangat bagik untuk mendukung aktivitas dan kehidupan para nelayan. Apalagi kalau ditambah dengan mengasuransikan mereka.

Sejalan dengan itu, Pengamat Asuransi sekaligus Anggota Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) Wahju Rohmanti juga menegaskan bahwa petani dan nelayan adalah profesi yang sepaket. Namun dia juga menyadari bahwa risiko dan juga perlindungan yang diberikan berbeda.

Menurutnya, secara umum coverage nelayan lebih ke individu, sehingga lebih luas dan beragam. Sementara Asuransi AUTP pada petani saat ini coveragenya lebih ke kerugian finansial akibat gagal panen yang diakibatkan oleh faktor alam, misal karena banjir, serangan hama, dan masih banyak lagi.

"Sebaliknya asuransi nelayan cover risiko ke nelayan kecil yg mengalami kecelakaan kerja dari santunan biaya pengobatan/medis akibat kecelakaan kerja, santunan cacat tetap hingga santunan kematian," tegas dia.

Oleh karena itu, menurutnya untuk nelayan premi biasanya lebih tinggi dari premi asuransi petani. Namun dia juga menjelaskan hal itu bukan jadi hambatan untuk mendukung nelayan, apalagi dengan adanya salah satu program unggulan pemerintah dalam ketahanan pangan. 

Presiden Prabowo Subianto menargetkan membangun 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) hingga 2029. 

Ditambah lagi, Indonesia memiliki Badan Usaha Milik Negara di bidang asuransi untuk mendukung program pemerintah. Oleh karena itu, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) memandang inisiatif pembangunan kampung nelayan sebagai langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir, sekaligus membuka ruang bagi penguatan literasi dan inklusi asuransi di sektor maritim.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana mengatakan siap mendukung program pemerinitah, apalagi yang berkaitan dengan perlindungan dan asuransi. Hanya saja, Gema mengingatkan bagi perusahaan, peluang untuk masuk ke sektor tersebut tentu ada. Meski demikian, hal tersebut tak serta-merta langsung membuat Jasindo ingin menggarap sektor itu. Apalagi karakteristik risiko di sektor nelayan memiliki kompleksitas tersendiri, sehingga dibutuhkan skema perlindungan yang tidak hanya kompetitif secara premi, tetapi juga memiliki keseimbangan risiko yang sehat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.