Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS: Kelompok Transportasi Picu Inflasi April 2026

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 16:25 WIB | Oleh:
BPS: Kelompok Transportasi Picu Inflasi April 2026 Doc: RRI/Magdalena Krisnawati
Ket. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan April 2026 secara tahunan sebesar 2,42 persen. Sedangkan secara bulanan inflasi April sebesar 0,13 persen dan inflasi year to date sebesar 1,06 persen.

"Secara bulanan pada bulan April 2026, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK). Dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, Senin (4/5).

Secara bulanan, penyumbang inflasi terbesar pada April 2026 adalah kelompok transportasi. Andil inflasinya sebesar 0,12 persen dan tingkat inflasi nya sebesar 0,99 persen.

"Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi antara lain tarif angkutan udara dan bensin. Tarif angkutan udara andil inflasi nya sebesar 0,11 persen sedangkan bensin memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen," ujar Ateng

Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi antara lain minyak goreng sebesar 0,05 persen . Termasuk tomat sebesar 0,03 persen, beras serta nasi dengan lauk masing-masing sebesar 0,02 persen

Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,20 persen, dengan andil deflasi sebesar 0,06 persen. Komoditas yang menjadi peredam inflasi di bulan April adalah daging ayam dan telur ayam ras, emas perhiasan dan cabai rawit.

BPS mencatat, di bulan April sebanyak 30 provinsi mengalami inflasi dan 8 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Papua Barat sebesar 2 persen, sedangkan deflasi terdalam terjadi di Maluku sebesar -0,17 persen.

Sementara itu, secara tahunan inflasi bulan April tercatat sebesar 2,42 persen. Inflasinya lebih rendah dibandingkan Maret 2026 sebesar 3,48 persen.

"Secara tahunan penyumbang utama inflasi April 2026 adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau, dengan andil inflasi 0,96 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi adalah ikan segar, daging ayam ras, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin, dan telur ayam ras," kata Ateng.

Inflasi bulan April 2026, melambat antara lain dipengaruhi berakhirnya masa perayaan hari besar keagamaan Ramadan dan Lebaran 2026. Selain itu harga cabai juga menurun akibat meningkatnya pasokan selama musim panen di sejumlah daerah sentra produksi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.