Mengenal Burger TemCi: Inovasi Mahasiswi UNS yang Angkat Derajat Kentang Kleci Boyolali
📅 Senin, 04 Mei 2026, 17:30 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Di tengah ramainya gelaran Campuspreneur Expo pada 1 - 2 April 2026, perhatian pengunjung tertuju pada sebuah stan kuliner sederhana yang menawarkan konsep berbeda. Produk bernama Burger TemCi sukses mencuri perhatian karena mengolah bahan pangan lokal yang selama ini kurang dilirik menjadi menu kekinian bernilai jual lebih tinggi.
Burger TemCi merupakan singkatan dari tempe dan kentang kleci. Produk ini digagas Dinda Feta Falestri, mahasiswi Agribisnis Universitas Sebelas Maret (UNS), yang melihat potensi besar dari komoditas lokal Boyolali yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Dinda mengaku ide bisnis tersebut muncul setelah melihat kentang kleci umumnya hanya dijual dalam bentuk rebusan di pasar tradisional. Kondisi itu membuat nilai ekonomi komoditas tersebut relatif rendah meski memiliki kualitas yang cukup baik.
"Saya melihat langsung bagaimana biasanya petani menjual kentang di pasar dalam bentuk rebus saja sehingga nilai jualnya masih terbatas. Padahal kalau diolah, nilainya bisa lebih tinggi," ujar Dinda.
Dari hasil riset mandiri yang dilakukan, Dinda menemukan kentang kleci memiliki sejumlah keunggulan. Kentang tersebut memiliki tekstur yang tidak mudah lembek, kadar air lebih rendah, rasa cenderung manis, serta mengandung antioksidan yang dinilai baik bagi kesehatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berangkat dari temuan itu, Dinda kemudian mengombinasikan kentang kleci dengan tempe sebagai sumber protein utama. Ia menggandeng rekannya sesama mahasiswa, Anggita, bersama anggota tim lain untuk mengembangkan konsep burger berbahan lokal tersebut.
Hasilnya, Burger TemCi mulai mendapat respons positif dari pasar. Dalam kurun waktu sekitar enam bulan, produk tersebut telah terjual lebih dari 700 porsi melalui pemasaran bertahap di lingkungan kampus hingga sistem pre-order.
Meski demikian, perjalanan bisnis mereka tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar justru datang dari pembagian waktu antara aktivitas perkuliahan dan proses produksi yang harus tetap berjalan konsisten.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di tengah keterbatasan waktu, tim tetap menjaga kualitas produk sambil perlahan memperluas pasar. Mereka juga terus mencari peluang agar usaha tersebut bisa berkembang lebih besar.
Upaya itu membuahkan hasil setelah Burger TemCi mendapatkan pendanaan dan pembinaan melalui Program Wirausaha Baru Mahasiswa (WIBAWA) UNS. Tim juga mengikuti seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) untuk memperluas peluang bisnis.
Kesempatan lain datang melalui Program Campuspreneur yang diinisiasi Kementerian Perdagangan. Program tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha muda untuk belajar soal pengembangan produk, strategi pemasaran, hingga memperluas jejaring bisnis.
Bagi tim Burger TemCi, ajang tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan produk sekaligus menguji respons pasar secara langsung.
"Harapannya, Burger TemCi bisa terus berjalan dan dikenal lebih luas," kata Anggita.
Kisah Burger TemCi menunjukkan bahan pangan lokal yang selama ini dianggap biasa ternyata memiliki potensi besar jika diolah secara kreatif. Di tangan generasi muda, produk sederhana pun bisa berubah menjadi peluang bisnis menjanjikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!