Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kinerja Tumbuh, PTP Nonpetikemas Optimalkan Operasional Pelabuhan di Seluruh Indonesia

📅 Kamis, 30 Apr 2026, 10:35 WIB | Oleh:
Kinerja Tumbuh, PTP Nonpetikemas Optimalkan Operasional Pelabuhan di Seluruh Indonesia Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), bagian dari Pelindo Group dan anak usaha PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) terus memperkuat perannya sebagai operator terminal multipurpose dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional. Hal ini ditunjukkan melalui berbagai pengembangan layanan, transformasi digital, serta peningkatan kinerja operasional di seluruh wilayah kerja perusahaan.

Sebagai operator terminal multipurpose pertama di Indonesia, PTP Nonpetikemas memiliki pengalaman dalam menangani beragam jenis kargo, mulai dari curah kering, curah cair, hingga general cargo. Operasional perusahaan saat ini tersebar di 11 cabang pelabuhan di seluruh Indonesia yang menjadi simpul penting dalam rantai pasok nasional.

Komitmen terhadap transformasi digital diwujudkan melalui implementasi PTOS-M, sistem layanan terminal berbasis end-to-end process yang mengintegrasikan perencanaan, operasional, hingga sistem pembayaran secara host-to-host dengan perbankan serta sistem kepabeanan. Inovasi ini mendorong peningkatan efisiensi, transparansi, dan kecepatan layanan di pelabuhan.

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha sekaligus Plt Direktur Operasi PTP Nonpetikemas, Dwi Rahmat Toto, menyampaikan bahwa transformasi yang dilakukan perusahaan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing layanan pelabuhan.

“PTP Nonpetikemas terus berupaya menghadirkan layanan yang lebih efisien, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan pelanggan. Transformasi digital dan penguatan operasional menjadi kunci dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional,” ujar Toto di Jakarta, kamarin.


Triwulan I
Kinerja operasional PTP Nonpetikemas menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I 2026, total throughput nonpetikemas yang meliputi general cargo, curah kering, curah cair, dan bag cargo tercatat sebesar 12,84 juta ton, menunjukkan kinerja yang tetap terjaga di tengah dinamika arus logistik nasional.

Dari total throughput tersebut, curah kering masih mendominasi dengan porsi 46%, diikuti curah cair sebesar 25%, general cargo sebesar 24%, dan bag cargo sebesar 5%. Komposisi ini menunjukkan bahwa segmen curah kering mendominasi pada layanan kemasan.

Hingga Triwulan I 2026, realisasi curah cair tercatat sebesar 3,09 juta ton atau tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 2025 sebesar 2,67 juta ton. Realisasi tersebut juga menunjukkan kinerja yang baik karena juga berhasil melebihi 23% dari target 2026 yaitu sebesar 2,52 juta ton. Peningkatan ini didorong oleh aktivitas ekspor CPO di Teluk Bayur, keberlanjutan bongkar muat di Pontianak, serta meningkatnya aktivitas komoditas di Tanjung Priok.

Sementara itu, curah kering sebagai backbone operasional mencatat realisasi sebesar 5,76 juta ton, yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan sejalan dengan target yang ditetapkan.

Untuk segmen lainnya, general cargo terealisasi sebesar 2,92 juta dan  bag cargo tercatat sebesar 656 ribu ton atau turun tipis 3,3% secara tahunan.

Untuk capaian kinerja T/S/D yang kompetitif di level SPMT Group. Pada segmen General Cargo, Cabang Tanjung Priok menempati peringkat pertama dengan realisasi kumulatif 4.024 atau sekitar 130% dari target sebesar 3.097, menjadikannya kontributor utama pada lini ini. Cabang Banten dan Tanjung Pandan juga mencatat kinerja baik dengan capaian masing-masing 1.752 dan 1.627.

Pada segmen Curah Cair, Cabang Teluk Bayur berada di peringkat pertama dengan realisasi 5.287, melampaui target sebesar 4.912 atau sekitar 108%. Sementara itu, Cabang Pontianak Kijing menempati peringkat keempat dengan capaian 3.550 atau sekitar 138% dari target.

Pada segmen Curah Kering, Cabang Bengkulu menunjukkan kinerja menonjol dengan realisasi 6.902, melampaui target sebesar 4.050 atau mencapai sekitar 170%, serta menempati peringkat ketiga di tingkat grup.

Salah satu proyek strategis yang terus dikembangkan adalah Terminal Kijing di Kalimantan Barat. Sejak diresmikan pada 2022, pelabuhan ini bertransformasi menjadi pusat aktivitas logistik internasional yang mendukung ekspor-impor serta proyek strategis nasional, termasuk hilirisasi sektor mineral.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.